Abraham Raubun, B.Sc, S.Ikom
Mak cik Inah, begitu kami menyapanya, keluar dari dapur dengan semangkuk besar pindang patin. Seorang wanita paruh baya ibu kawan kami yang tinggal di Tangga Takat Plaju-Palembang ini memang gemar memasak.
Beberapa kali kami bertugas ke Kota Palembang, selalu menyempatkan diri mengunjungi rumah kawan ini. Selain untuk bersilaturahmi tentu juga kangen akan masakan olahan ibunya yang memang sedap.
Semangkuk pindang patin terhidang sudah. Uap panas masih mengepul karena baru saja usai diolah. Mak cik Inah dengan wajah sumringah, mempersilakan kami segera mencicipi masakannya.
Sedap dan segar rasa kuah pindang patin ini memicu selera makan kami. Selain itu juga perut sudah terasa keroncongan. Iseng-iseng kami tanya mak cik Inah, apa rahasia rempah yang ditaburkan dalam masakannya itu.
Ternyata bumbu-bumbu yang diracik cukup beragam. Ada
daun kemangi yang menebar aroma wangi, daun bawang, potongan buah nanas membuat kuah terasa segar merambah di rongga mulut. Ada sedikit rasa menggigit ulah si cabe rawit meski wujudnya masih utuh dilengkapi tomat dan belimbing wuluh.
bumbu halus yang juga disiapkan berupa bawang merah, bawang putih, kemiri, kunyit, jahe. Disamping itu cabe merah, lengkuas, daun jeruk, daun Salam dan sereh digeprek. Ditaburi garam dan gula secukupnya.
Soal daging ikan patinnya empuk membuat lidah berdecak mengikuti irama goyang janggut. Seru juga menu makan siang itu, membuat bulir-bulir keringat mengkilap memenuhi wajah.
Ikan patin ini ikan yang berkumis, salah satu jenis ikan air tawar yang masih berkerabat dengan ikan lele. Kumis ini berfungsi sebagai alat peraba lingkungan di sekitarnya. Hewan air tawar ini aktif di malam hari. Habitatnya di perairan sungai dalam dan keruh. Tergolong sebagai hewan yang memakan segala macam (Omnivora) bahkan di saat-saat tertentu bisa menjadi kanibal atau memangsa sesamanya.
Patin cukup populer dan potensial sehingga banyak dibudidayakan di Indonesia. Sebagai makanan sumber protein, juga kaya akan asam lemak esensial DHA dan EPA. Keduanya baik bagi perkembangan otak, utamanya balita yang masih bertumbuh kembang.
Selain itu sumber asupan asam lemak esensial ini dapat diperoleh dari ikan dan makanan laut seperti salmon, sarden, makarel, tuna, udang, kepiting, kerang. Ada juga dari bahan makanan nabati atau tumbuh-tumbuhan semisal minyak kedelai dan produk kedelai lainnya, serta sayur dan buah antara lain alpukat, bayam, kubis
dan sebagainya.
Olahan pindang patin ini memang cukup populer. Menjadi salah satu sasaran kuliner yang banyak diburu wisatawan jika berkunjung ke Kota mpek-mpek ini.














Rangkaian kata-kata indah dalam mengemas cerita, juga banyak ilmu yang di dapat pembaca. Tulisan ini ciri khas penulis dari luar Jawa, yang pandai berpantun, berpuisi dan menyanyi,.