BEDA TINGGI BADAN BEDA REZEKI

Terbaru39 Dilihat

Ada istilah “Kutilang” singkatan dari kurus tinggi langsing. Setiap kata sejatinya punya makna.

Kurus itu dimaknai kondisi seseorang yang berat badannya kurang dari standar ideal berdasarkan tinggi badannya. Kondisi ini bisa diukur dengan Indeks Massa Tubuh (IMT). Seseorang dianggap kurus jika IMT-nya di bawah 18,5. poin.

Tinggi, di sini dimaksudkan tinggi badan, yaitu ukuran vertikal dari seseorang. Diukur dari ujung kaki hingga ujung kepala saat berdiri tegak.

Sedangkan dikatakan langsing jika proporsi antara tinggi badan dan berat badan ideal sehingga tampak ramping dan menarik.

Gabungan ketiga kata itu dimaksudkan untuk menggambarkan penampilan sosok yang menarik terutama pada wanita.

Mengapa tinggi badan penting? bahkan banyak orang ribet soal tinggi badan? tinggi badan itu memang punya peran penting, tapi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi kualitas hidup.

Pada anak-anak atau remaja, tinggi badan biasanya jadi tanda kalau tubuh mereka lagi tumbuh dengan baik. Jika tinggi badan tidak bertambah, bisa jadi itu pertanda kurang gizi atau ada masalah kesehatan. Jadi, penting mengupayakan tinggi badan bisa berkembang maksimal.

Tetapi untuk mencapai kondisi maksumal seperti itu tidak lepas dari riwayat janin sejak dibentuk dalam kandungan hingga tumbuh kembangnya sampai menjadi generasi muda usia seputaran 21 tahun.

Ada siklus kehidupan (life cycles) yang harus diperhatikan. Pasalnya dalam siklus ini ada kelompok rentan. Kelompok rentan ini punya kebutuhan dam risiko. Jika kebituhan tidak terpenuhi timbul risiko.

Ada referensi menunjukkan, diharapkan bayi baru lahir normalnya memiliki tinggi badan sekitar 45-55 cm. Pada usia 1 tahun, tinggi badan bayi laki-laki rata-rata sekitar 71-77 cm, sedangkan bayi perempuan sekitar 69-75 cm. Ada pula yang mencatat berat badannya di usia 1 tahun mencapai minimal 3 Kali berat badan waktu lahir.

Jika kurang dari ukuran itu, tentu ada hambatan atau masalah. Salah satu penyebabnya kekurangan asupan zat gizi dalam waktu yang panjang.

Mengapa tinggi badan ini dianggap penting untuk diperhatikan? Ini merupakan salah satu parameter penting untuk menilai tumbuh kembang anak.

Jika pertumbuhan mencapai tinggi badan yang optimal, hal ini menunjukkan anak mendapatkan asupan zat gizi yang cukup dan tidak memiliki masalah kesehatan yang serius.

Dengan memantau tinggi badan anak, orang tua dapat mendeteksi masalah pertumbuhan sejak dini dan segera mencari solusi. Selain itu tinggi badan juga memengaruhi aspek kehidupan.

Semisal dalam pekerjaan. Beberapa pekerjaan, terutama yang membutuhkan mobilitas tinggi atau akses ke peralatan khusus, sering memerlukan tinggi badan tertentu.  Contohnya, pramugari perlu memiliki tinggi badan yang cukup untuk menjangkau peralatan keselamatan di pesawat .

Demikian pula pada cabang olah raga seperti bola basket atau voli, membutuhkan postur tubuh yang tinggi untuk mencapai prestasi optimal dan banyak lagi.

Tinggi badan rata-rata orang Indonesia 166 cm untuk laki-laki dan 163 cm untuk perempuan. Ukuran ini jauh di bawah beberapa negara di dunia seperti negara-negara Eropa Utara dan Barat. Ada Belanda, Montenegro, Denmark, dan Norwegia. Negara-negara ini umumnya memiliki rata-rata tinggi badan lebih dari 180 cm. Belanda menjadi negara dengan rata-rata tertinggi.

Anak kurus tentu perlu diwapadai. Seringkali daya tahan tubuhnya lemah sehingga lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Gangguan pertumbuhan ini banyak tidak disadari. Ketika anak bertubuh pendek banyak yang mengira itu turunan karena orang tuanya pun bertubuh pendek. Senyatanya faktor keturunan tidak selalu memengaruhi pertumbuhan anak.

Beberapa penelitian telah menemukan bahwa orang yang lebih tinggi berprestasi lebih baik dalam pendidikan dan berpenghasilan lebih banyak.
Tinggi badan juga bisa memengaruhi bagaimana pandangan terhadap seseorang. Dalam beberapa budaya, orang yang tinggi dianggap lebih percaya diri, tegas, dan memiliki aura kepemimpinan. Hal ini kadang membuat orang merasa lebih percaya diri saat bergaul dan bekerja.

Tinggi badan memang dipengaruhi juga oleh genetik dari orang tua, namun faktor gizi tidak kalah penting. Tentu gizi yang seimbang yang juga tidak hanya soal makan makanan bergizi tetapi didukung juga oleh kebersihan diri dan lingkungan, ketersediaan air minum sehat dan air bersih.

Tetapi yang terpentung dari semua itu, menurut buya Hamka: “Hendaklah adab sopan anak-anak itu dibentuk sejak kecil karena ketika kecil mudah membentuk dan mengasuhnya. Belum dirusakkan oleh adat kebiasaan yang sukar ditinggalkan.” Jadi apa guna tinggi badan tanpa adab sopan dalam kehidupan.
(Abraham Raubun. B.Sc, S Ikom)

Tinggalkan Balasan