Ungkapan “Bersukacitalah dengan orang yang berdukacita, menangislah dengan orang yang menangis” itu kata bijak cerminan hati yang peka terhadap sesama. Bisikan nurani lembut untuk hidup saling peduli dan berbela rasa yang bertaut dalam hati sanubari.
Sila kedua Pancasila Kemanusiasn yang adil dan beradab mengandung nilai yang sama. Di dalamnya ada semangat empati, gotong royong, dan kasih antar sesama manusia. Sejatinya ketika ikut bersukacita bersama yang gembira dan berduka bersama yang terluka, itu tengah menegakkan kemanusiaan sejati yang meresap di dalam hati.
Sikap yang menebar tumbuh suburnya kerukunan, toleransi, dan kedamaian. Tanpa ada dinding pemisah perbedaan suku, agama, atau pandangan. Hanyalah rasa saling menghormati dan saling menguatkan yang hadir mengikat erat persahabatan dan kekerabatan.
Berjalan bersama, tertawa dan menangis dalam satu rasa menciptakan hidup dalam nuansa yang manis serta harmonis.
Di sanalah letak makna sejati kemanusiaan dan keindahan Pancasila yang hidup di hati bangsa Indonesia.
(Abraham Raubun. B Sc, S.Ikom)









