Pancasila sila ke-2 butir ke-6 “menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan.”

Terbaru1530 Dilihat

Nama : Rikza Aliya Izzana

Nim : 21103

Kelas : 1B

 

“ Menjunjung tinggi nilai nilai kemanusiaan”

Perbedaan agama atau keyakinan juga ras merupakan sebuah keniscayaan yang tidak semestinya menimbulkan perpecahan dan konflik. Sayangnya, yang terjadi sering kali justru sebaliknya, agama menjadi pembenar terjadinya konflik. Oleh karena itu, memerlukan upaya yang sungguh-sungguh untuk kembali menyebarluaskan dan mengingatkan agar nilai-nilai kemanusiaan harus terus dijunjung tinggi.

Ada kebiasaan yang dilakukan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) setiap Jumat dan Sabtu di kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Di kantor yang terletak di Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat itu biasanya dia menandatangani berbagai surat rekomendasi yang diminta oleh siapa saja yang hendak melanjutkan kuliah ke luar negeri. Rekomendasi akan diberikan baik kepada orang yang telah dikenal maupun tak dikenalnya.

“Gus Dur akan marah kalau kita mengingatkan apakah orang yang diberi rekomendasi itu dikenalnya atau tidak. Tak heran bila ada oknum-oknum yang suka memanfaatkan sifat Gus Dur tersebut untuk kepentingan pribadinya,” kata pengacara yang pernah menjadi politisi PKB, Hermawi Fransiskus Taslim.

Dalam berinteraksi dengan sesama, Gus Dur kerap mengingatkan agar kita tidak menanyakan asal-usulnya, baik itu suku maupun agamanya. “Tidak penting apa Agama atau Suku Anda. Jika Anda dapat melakukan hal-hal yang baik bagi semua orang, Anda tidak akan pernah ditanya apa Agamamu.” Gus Dur, kata Hermawi yang mengaku telah mengenal Gus Dur sejak awal 1990-an itu, tidak pernah mempermasalahkan jika orang yang dibantunya itu punya motif jahat. Bagi Gus Dur, lebih baik dirinya yang menjadi korban penipuan daripada si penipu itu menjadikan orang lain sebagai targetnya.

Indikasi lain bahwa Gus Dur sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan, kata Hermawi, tidak pernah menolak tetamu yang datang. Sekalipun kondisinya sebenarnya sudah capek, bila ada tamu yang datang dan menunggu pasti akan diterimanya. Kalau pun ada tamu yang ditolak, biasanya bukan berasal dari Gus Dur langsung tapi merupakan kebijakan orang-orang dekatnya. “Terutama ketika kesehatannya tak lagi prima,” ujarnya. Secara terpisah, KH Maman Imanulhaq Faqieh menyebut perjuangan untuk menegakkan nilai-nilai kemanusiaan merupakan satu dari tiga fondasi yang diperjuangkan diwariskan Gus Dur. Kemanusiaan merupakan prinsip yang sangat determinan untuk membangun kesetaraan dalam kebangsaan. Pada umumnya, kata kiai yang akrab dipanggil Kang Maman itu, suatu negara masuk kategori negara maju jika mampu menjadikan nilai-nilai kemanusiaan sebagai fondasinya dan melaksanakannya secara optimal.

Tinggalkan Balasan