Monster Gigi

Cerpen, Fiksiana624 Dilihat

            “Duh, gigiku masih sakit Ma,” Cici menjerit sambil memegangi pipinya. Sejak semalam Cici mengaduh karena giginya nyeri. Papa dan Mama juga sudah mengajak Cici ke praktik dokter gigi namun ia menolak. Akhirnya setelah beberapa kali dibujuk dan sakit giginya sudah tidak tertahankan lagi, barulah Cici mau.

Papa, Mama dan Cici berangkat di sore hari. Pelayanan praktik dokter gigi baru dimulai pukul empat sore. Di sana sudah ada beberapa pasien yang sedang antri menunggu di ruang tunggu. Mereka datang dengan berbagai tujuan. Ada yang ingin memasang behel, membersihkan karang gigi, menambal gigi, mencabut gigi dan lain sebagainya. Papa mengambil nomor antrian. Kemudian mereka menunggu di tempat yang disediakan hingga nama mereka dipanggil untuk diperiksa.

“Coba buka mulutnya yang lebar Dek,” ucap Bu Dokter ramah. Cici membuka mulutnya. Bu Dokter melihat gigi Cici dengan senter kecil. Ia memeriksa dengan teliti ke seluruh rongga mulut, gusi dan sela-sela gigi. Setelah diperiksa, Bu Dokter tersenyum dan meminta Cici duduk dengan tenang di samping Mama.

“Giginya sakit di bagian sini ya?” tanya dokter sambil memegang pipi kanan Cici.

“Iya Bu,” jawab Cici sambil mengangguk.

“Dek Cici suka makan permen ya?”

“Iya,” jawab Cici takut.

“Boleh kok Cici makan permen tapi gak boleh sering-sering. Terus kalau sebelum dan bangun tidur Cici gogok gigi dulu gak?”

“Ada Bu, tapi sering lupa pas mau tidur” Cici menunduk malu. Sebenarnya Papa dan Mama selalu mengajak Cici gosok gigi dulu sebelum tidur. Namun Cici ngeyel. Cici suka menunda-nunda hingga ia ketiduran dan tidak jadi menggosok giginya.

“Wah kalau seperti itu, saat Cici tidur monster gigi akan berpesta pora di mulut Cici. Hiy, seram!” kata Bu Dokter dengan ekspresi ketakutan.

“Monster gigi?” Cici bertanya heran.

“Iya, monster gigi. Dia adalah bakteri yang hidup di mulut kita. Nah, sebelum tidur kan Cici sudah banyak makan makanan. Nasi, roti, permen, kue. Semua itu meninggalkan sisa di mulut. Ada yang masih melekat di sela-sela gigi. Saat Cici tidur bakteri memakannya dan menghasilkan asam. Asam ini nanti akan bercampur dengan ludah sehingga menghasilkan plak. Plak gigi itu lah yang menyebabkan gigi berlubang. Tadi Bu Dokter lihat gigi Cici sudah hitam-hitam. Sudah membusuk diserang monster. Makanya sakit,” jelas Bu Dokter.

“Jadi gimana Bu Dokter biar gigi Cici tidak sakit lagi?” tanya Cici sambil meringis kesakitan.

“Kita cabut saja ya,” jawab Bu Dokter.

Gak mau, aku takut Ma,” jawab Cici sambil memegang lengan Mama.

Gak apa-apa, dari pada sakit terus seperti itu.” kata Mama lembut.

“Cici, kalau giginya gak dicabut nanti bakterinya menumpuk. Bayangkan kalau monsternya tambah banyak. Gigi yang lain juga akan membusuk. Nanti gusinya juga bisa sakit, rongga mulutnya ikutan sakit dan banyak lagi penyakit lain yang akan muncul. Tenang saja, mencabut giginya sebentar saja kok. Bu Dokter akan mencabutnya dengan lembut. Gak sakit kok,” ajak Bu Dokter ramah.

Cici awalnya menolak namun nyeri di giginya membuat Cici mau mengikuti ajakan Bu Dokter. Dia tidak mau monster-monster itu menggerogoti giginya lebih banyak lagi. Monster-monster itu tidak boleh menang. Ucap Cici di dalam hati.

Cici pun duduk di kursi yang ditentukan. Ia membuka mulutnya lebar-lebar. Mama memegangi Cici. Cici menutup matanya. Bu Dokter, Papa dan Mama bercakap-cakap. Tanpa Cici sadari, Bu Dokter sudah menusukkan jarum dan mencabut gigi Cici yang berlubang. Saat gigi dicabut, Cici sebenarnya tidak merasakan sakit namun ketakutannya lah yang membuat ia jadi tidak tenang.

Akhirnya gigi Cici berhasil dicabut. Bu Dokter meletakkan kapas di atas gusi bekas gigi yang dicabut dan meresepkan obat untuk Cici.

“Cici jangan lupa gosok gigi lagi ya sebelum dan sesudah bangun tidur. Jangan terlalu sering makan permen dan coklat. Nanti giginya berlubang lagi,”

“Iya Bu Dokter,” jawab Cici sambil memegangi kapas di mulutnya. Setelah itu Cici, Papa dan Mama pulang ke rumah.

“Gimana Ci? Mau ngeyel lagi kalau Papa Mama suruh gosok gigi?” goda Papa.

Enggak lah Pa, Cici kapok,”

“Itu baru satu yang sakit, coba kalau monsternya berpesta pora di semua gigi? Cici nanti jadi ompong semua donk kayak nenek-nenek?” goda Mama sambil tertawa.

“Aah..Papa Mama ini. Nanti monster giginya Cici usir terus kok.”

“Hahaha, iya iya…kita lihat nanti ya. Apa Cici akan rutin membersihkan gigi atau malah giginya jadi ompong semua,” kata Papa.

“Papaaa Cici gak akan ompong kok. Cici akan rajin gosok gigi. Lihat saja nanti,” ujar Cici sambil mengejar Papa yang sudah berlari masuk rumah.

Tinggalkan Balasan