BLOG SEBAGAI MEDIA MENINGKATKAN LITERASI SISWA
Karya : Siti Marwanah

Tanpa terasa pembelajaran jarak jauh sudah kita lakukan selama satu tahun ini. Meskipun menggunakan metode pembelajaran jarak jauh serta kurikulum darurat, para guru tetap berupaya semaksimal mungkin melakukan pembelajaran demi menjaga esensi pendidikan yang berkualitas pada masa pandemi. Hal ini selaras dengan pernyataan menteri pendidikan dan kebudayaan Nadiem Makarim
Guru tidak lagi diharuskan untuk memenuhi beban kerja 24 jam tatap muka dalam satu minggu. Sehingga guru fokus memberikan interaktif kepada siswa tanpa perlu mengejar pemenuhan jam.
Mencermati pernyataan pak menteri seolah memberikan peluang kepada seorang guru untuk bisa kreatif agar peserta didik tetap bisa memiliki keterampilan walaupun mereka mengikuti pembelajaran jarak jauh.
Namun sebagai seorang pendidik, kita tidak bisa menutup mata dengan kemajuan belajar siswa saat ini. Kondisi pandemi semakin membuat kemampuan literasi para siswa merosot. Mereka lebih asyik dengan game dibandingkan dengan membaca, menulis atau melakukan pembelajaran. Kondisi ini seakan menyiratkan pesan bahwa banyak siswa menganggap bahwa belajar dianggap sebagai beban bukan menjadi kewajiban. Ada sebagian dari mereka juga menganggap bahwa mengikuti pembelajaran dari sekolah hanya sebuah selingan dan sebagai penggugur kewajiban mereka sebagai seorang siswa.
Berdasarkan hasil penelitian programme for internasional student assesment (PISA) tahun 2018 sekitar 40% anak Indonesia umur 15 tahun tahun ke bawah memiliki kemampuan literasi dan numerasi di bawah standar internasional.
Rendahnya literasi merupakan masalah mendasar yang memiliki dampak sangat luas bagi kemajuan bangsa. Literasi rendah berkontribusi terhadap rendahnya produktifitas bangsa. Sehingga menimbulkan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan.
Untuk itu perlu diupayakan strategi untuk meningkatkan kemampuan literasi para siswa, walaupun dalam kondisi saat pandemi sekarang ini. Menyikapi hal tersebut sebagai seorang guru saya pun dituntut untuk bisa melakukan pembelajaran dan meningkatkan kreatifitas para siswa. Untuk itulah saya mencoba beberapa strategi pembelajaran lewat gruf-gruf whatshap, google classroom maupun dengan google meet.
Enam bulan pertama, pembelajaran belum begitu menampakkan hasil. Hingga akhirnya saya merubah target mengajar pada semester berikutnya. Target yang saya rencanakan sederhana dan hanya satu yaitu peserta didik memiliki kemampuan menulis. Mengapa harus menulis?
Jika pembiasaan menulis sudah ada, secara otomatis kemampuan membaca juga akan mengalami peningkatan. Keinginan inilah yang mendasari saya sehingga mengajak para siswa untuk belajar menulis dan menggunakan blog sebagai media untuk mempublikasikan tulisan para siswa.
Saya memilih blog sebagai media karena beberapa alasan diantaranya sebagai berikut:
- Zaman milenial sekarang ini, keberadaan blog bukan merupakan hal baru dan asing lagi bagi orang lain. Kita bisa mengetahui banyak hal dari blog yang bertebaran di google.
- Membantu meningkatkan kepercayaan diri siswa. Dengan memposting tulisan siswa di blog secara tidak langsung akan menumbuhkan kepercayaan diri siswa bahwa mereka memiliki kemampuan menulis yang perlu di asah dan dikembangkan.
- Influencer orang lain maksudnya lewat tulisan yang kita posting di blog, kita bisa mengajak atau mempengaruhi orang lain melalui tulisan yang kita buat, atau dibuat oleh para siswa agar mengikuti harapan yang kita inginkan
- Bisa meningkatkan skill menulis.
Blog bisa digunakan untuk mempertajam dan melatih kemampuan menulis, dan salah satu media untuk mempromosikan tulisan yang di buat.
- Bisa menjadi alat dokumentasi dan portofolio
Semua manusia memiliki banyak kenangan hidup yang ingin diabadikan melalui foto, gambar dan tulisan. Jika semua itu hanya di simpan di ponsel atau laptop, maka hanya kita yang bisa menikmatinya dan file yang di simpan di barang elektronik rentan untuk hilang karena kerusakan barang tersebut. Namun jika kenangan tersebut di simpan di blog, maka bisa dinikmati oleh banyak orang dihampir seluruh dunia serta akan tersimpan dengan baik dan kita tidak perlu khawatir akan hilang
Proses saya mengajak para siswa menulis dengan memberdayakan blog. Kegiatan ini saya awali dengan mengajak dua orang siswa yang masih duduk di bangku kelas 9 SMP di tempat saya bertugas, untuk menulis dengan harapan mereka berdua nantinya akan jadi model bagi siswa yang lain.
Kedua siswa tersebut saya minta membuat tulisan dalam bentuk cerpen dengan tema mengisahkan tentang kegiatan yang mereka lakukan selama pandemik
Setelah beberapa hari Siswa Mutia Audi Paramita mengirimkan tulisan yang isinya mengisahkan gebrakan yang dia lakukan pada diri sendiri untuk mengisi waktu di saat pandemi. Untuk Lebih lengkapnya artikel Audi panggilan akrab gadis berkulit putih bisa di baca di link di bawah ini.
https://www.kompasiana.com/marwanahabid/604f58f98ede481dad3ed312/merajut-asa-diantara-duka-dunia
Tulisan kedua disusul oleh siswa Septania Sibil yang juga masih duduk kelas 9 SMP. Dalam tulisannya Sibil panggilan akrabnya mengisahkan tentang suka duka belajar selama pandemi. Kisahnya bisa di baca di link di bawah ini
Setelah melalui tahapan editing seadanya, tulisan kedua siswa ini saya posting di blog Kompasiana yang saya ikuti. Selanjutnya linknya saya bagikan di beberapa gruf whatsapp guru dan whatshapp kelas yang ada di sekolah. Dalam hitungan jam ternyata yang membaca tulisan tersebut sudah mencapai ratusan orang.
Mengetahui tulisan mereka banyak yang membaca, bukan saja oleh teman-teman di sekolahnya tapi banyak juga di baca oleh orang luar membuat para siswa termotivasi untuk membuat tulisan berikutnya.
Yang tak kalah menarik, setelah tulisan saya posting di gruf whatshapp kelas, di luar dugaan justru membuat beberapa siswa yang berasal dari kelas 8 meminta ijin untuk ikut membuat tulisan dan berharap agar tulisan mereka di posting di blog.
Alhamdulillah semakin hari ada saja siswa yang menyerahkan tulisan mereka untuk saya posting posting di blog. Saat tulisan para siswa saya posting di blog kompasiana ternyata ada hal yang kurang baik untuk perkembangan mental siswa. Saat link artikel saya bagikan di gruf dan di buka, ada beberapa iklan muncul berupa gambar yang kurang layak untuk anak jenjang SMP atau dengan kata lain agak pulgar yang tiba-tiba ada di beranda. Atas peristiwa itu akhirnya beberapa rekan guru memberikan masukan, agar tulisan para siswa di posting di blog yang aman dari gambar-gambar yang tidak layak untuk siswa remaja. Sejak saat itulah artikel para siswa saya alihkan untuk di publikasikan melalui blog pribadi yang saya miliki.
Kurang lebih selama satu bulan saya mengajak beberapa guru dan para siswa untuk menulis, tak terasa tulisan yang terkumpul sudah lumayan. Timbul dalam benak saya untuk menjadikannya sebuah buku karya bersama agar bisa menjadi bukti bahwa mereka bisa menghasilkan karya berupa buku serta diharapkan menjadi motivasi dan semangat agar mereka tetap memiliki keinginan menulis.
Saya pun mengusulkan untuk mengabadikan semua karya tersebut menjadi buku antologi karya guru dan para siswa. Mereka pun menyambut baik dan setuju dengan rencana tersebut. Selanjutnya saya mulai menghubungi seorang teman yang memiliki rekanan penerbit indi yang berada di Solo untuk membantu mewujudkan harapan dan cita-cita para guru dan siswa untuk memiliki buku Antologi.
Semoga penyusunan buku antologi ini berjalan lancar tanpa ada kendala yang berarti dan berharap dengan terbitnya buku antologi ini akan semakin memotivasi para siswa dan guru untuk menulis.
Itulah sedikit kisah yang ingin saya bagi, bahwa seorang guru harus mampu berinovasi melakukan pembelajaran walau dalam kondisi pandemi. Yang paling penting bagaimana kita bisa memaksimalkan apa yang kita bisa untuk kita tularkan kepada peserta didik sehingga bisa membantu mereka untuk menghasilkan sesuatu yang bermakna baik untuk diri sendiri dan orang lain.
Sebagai penutup Saya ingin mengatakan keberadaan blog sangat membantu menumbuhkan motivasi para siswa untuk berkarya dan mampu menumbuhkan kepercayaan diri pada diri peserta didik. Hanya bermodal kesabaran, kemauan kita membimbing mereka dan memposting karya mereka di blog yang kita miliki itu bisa menjadi kekuatan yang luar biasa untuk merubah prilaku mereka ke arah yang positif.
Dengan harapan di kemudian hari akan muncul penulis-penulis hebat yang memiliki karya berupa buku yang bermanfaat untuk banyak orang. Aamiin Ya Robbal Alamin.














