KMAA#17 : Jadi Coas Dosen (Part 17)

Novel413 Dilihat

Aisyah merupakan salah satu mahasiswa kebanggaan para dosen di salah satu Perguruan Tinggi Swasta tempatnya menimba ilmu. Ketekunan yang dimiliki gadis berkulit sawo matang itu membuatnya menjadi pribadi yang cerdas dan bertanggung jawab. Sifat rendah hati dan suka menolong yang membuat dia disukai banyak orang 

termasuk oleh dosennya sendiri.

“Aisyah, dari tadi kamu dicari sama pak Abi, dosen Psikologi keluarga, katanya ada hal  penting. Sekarang dia ada di perpustakaan,” Ujar Faqih Kakak tingkat  Aisyah di Fakultas Psikologi .

“Sip, aku kesana sekarang makasih ya,” ucap Aisyah sambil mengeluarkan senyumnya yang manis tanda terima kasih.

Faqih membalas senyum Aisyah, sambil melihat sosok gadis itu yang hilang ditikungan. Laki-Laki yang aktif di BEM itu hanya menatap kagum pada wanita berwajah manis itu dari jauh, seperti yang dilakukannya selama ini.

Aisyah berdiri di depan pintu, sambil pandangannya mengelilingi seluruh ruang perpustakaan, dia berharap menemukan  sosok yang dicarinya diantara para pengunjung yang datang. Tapi Pak Abi yang dicarikan tidak ditemukan di antara pengunjung yang tidak begitu banyak. akhirnya Aisyah menanyakan keberadaan Pak Abi di petugas perpustakaan.

“Maaf, permisi, tadi Pak Abi kesini ya Bu?”

“Itu orangnya,” sambil menunjuk laki-laki yang duduk di pojok.

Wajahnya tertutup oleh rak buku sehingga tidak terlihat. Laki-laki tinggi besar, menggunakan kemeja polos, celana hitam sedang asyik membaca buku sambil menundukkan kepala. Hingga dia tidak menyadari kedatangan Aisyah yang sudah berdiri didepannya.

“Maaf, permisi pak. Bapak tadi mencari saya?” Tanya Aisyah sopan.
Laki-laki itu baru mengangkat wajahnya saat mendengar suara seorang wanita menegurnya.
“Oh, ya….bapak mau minta tolong. Beberapa hari ke depan saya harus mengikuti pelatihan. Untuk itu saya minta agar kamu mengkoordinir dan mengumpulkan tugas yang bapak memberikan ke teman sekelasmu. Kalau ada yang bingung dengan tugas tersebut kamu bisa berikan penjelasan,” jawab pak Abi panjang lebar.

Sejak semester ini Aisyah memang ditunjuk oleh Pak Abi sebagai Asisten Dosen pada mata kuliahnya. Dia menganggap Aisyah mahasiswa yang pintar, bertanggung jawab serta punya kemampuan membimbing mahasiswa lain. Alasan itulah yang menyebabkan lelaki 40 tahun itu mengajukan Aisyah ke pihak kampus agar menjadi Asisten Dosen.

“Tapi pak, bagaimana cara saya mengumpulkan tugas mengumpulkan tugas secara online karena saya sendiri tidak punya ponsel android, saya hanya punya ini?” Tanya Aisyah memperlihatkan ponsel biasa yang dia miliki.

Handphone samsung, warna putih, ukuran kecil dikeluarkan dari saku roknya.  Ponsel satu-satu itu dia beli dari honor yang diperoleh saat memberikan les privat. Benda sederhana itu sangat membantunya menghubungi dosen atau mahasiswa lain yang belum menyetorkan tugas secara ofline.

“Itu sebabnya bapak mencarimu dari tadi. Kebetulan ini ada ponsel android yang tidak terpakai. Anak bapak yang biasanya memakai handphone tersebut sekarang dia di pondok pesantren. Kalau kamu mau kamu bisa pakai ponsel itu dulu. Hanya saja tempre glassnya sedikit retak dibagian bawah.” Ucap pak Abi sembari mengeluarkan ponsel android dari tasnya.

Sejenak Aisyah berpikir, ada rasa ragu jika menerima tawaran tersebut. Dia tidak ingin hal ini akan menjadi pemicu pertengkaran pak Abi dengan istrinya. Tapi dia juga sangat membutuhkan ponsel tersebut untuk mengumpulkan tugas teman-temannya lewat online.

Tinggalkan Balasan