Semua orang pasti merasa kehilangan jika ada anggota keluarganya yang berpulang kerahmatullah. Hari ini hujan seperti beberapa hari yang lalu membasahi bumi berazam tempat Nyakbaye bermukim. Tapi hujan hari ini tidak memberikan tanda bahawa akan ada kehilangan besar buat Nyakbaye dan dunia pendidikan di Bumi Berazam Karimun. Hujan di pagi hari sudah menjadi kebiasan beberapa hari ini walaupun kalender tidak menunjukkan bahwa bulan yang berakhiran “Ber” yang menjadi tanda bahawa musim penghujan lagi melanda.
Kegiatan pagi setelah mengawas, lanjut dengan memasukkan nilai semester enam kelas dua belas. Masih belum ada tanda – tanda akan mendapatkan kabar duka, terus bekerja dengan membuat analisis butir soal untuk melihat sampai dimana soal yang dibuat Nyakbaye mampu dijawab oleh siswa dan banyak lagi manfaat dari membuat analisis butir soal.
Sedang asyik bekerja, salah satu teman Nyakbaye bertanya siapa yang meninggal dunia Nyak. Sebenarnya sudah dari lima menit yang lalu Nyakbaye mendengar bagian ruang depan majelis guru ada yang heboh bercerita sementara meja Nyakbaye di tengah sehingga Nyakbaye tidak mendengarkan apa yang mereka ceritanya.
Deg, mendengar teman Nyakbaye berkata ada yang meninggal, langsung saja Nyakbaye berdiri menuju bagian depan majelis guru. Innalillahi ternyata pengawas satuan pendidikan kami Ibu Mami Salatun, S.Pd telah berpulang kerahmatullah.
Ada rasa sedih, Ibu Mamik Salatun guru pertama yang mengajar matematika semasa Nyakbaye di sekolah menengah atas dulu. Tidak ada mantan guru, berjalannya waktu sekarang beliau bukan hanya guru tapi pernah menjadi rekan sewaktu tahun 2016 menjadi instruktur kabupaten untuk kurikulum 2013.
Banyak cerita yang mengoreskan kenangan bukan hanya sebagai guru dan siswa, tapi sebagai sesama pendidik. Beliau Ibu Mamik contoh teladan yang baik, supel dalam bergaul, belum lagi masakan beliau yang top markup alias enak sekali, sekarang hanya tinggal kenangan semoga almarhumah diterima dan ditempatkan di tempat yang mulia.
Selamat jalan Bu Guruku, hanya doa serta tulisan kecil ini untuk mengenang betapa sosokmu begitu berjasa untuk dunia pendidikan di Kabupaten Bumi Berazam. Biarkan kami meneruskan jejakmu memajukan dunia pendidikan, selamat jalan Guruku Ibu Mamik Salatun.***












