“ Assalamualaikum, sambil membuka pintu rumah aku mengucapkan salam. Tapi aku tidak mendengar suara ibu menjawab salamnya. Mengunci pintu, berjalan menuju kamar Ibu, aku tidak melihat ibu duduk diruang tengah biasanya Ibu masih menonton TV. Jam baru menunjukkan pukul 21 masih terlalu cepat untuk Ibu tidur, aku mengetok pintu kamar Ibu tanpa menunggu jawaban aku membuka pintu dan memandang ke dalam, Ibu tidak ada. Kemana Ibu malam – malam ini, aku menjadi cemas..mencari handphoneku di dalam tas. Aku melihat ada pesan masuk di handphoneku dari nomor Ibu. Astaga aku sampai tidak perasan ada sms dari Ibu.
“ Ibu kerumah paklong, ada acara kenduri. Mungkin Cahaya ……” Belum juga selesai aku membaca pesan Ibu
“ Assalamualaiku.” Suara ibu terdengar dari pintu depan. Aku menyusul ibu ke pintu depan. Memandang Ibu dan mengucapkan
“ Maaf bu Cahaya lupa kenduri dirumah Pak Long.” Sambil merangkul bahu ibu, ibu menyerahkan rantang yang dibawanya dari rumah Pak Long. Sambil berkata
“ Kata Mak Long, Cahaya sengaja tak datang. Takut ditanya kapan nak nikah.” Aku hanya tersenyum mendengar perkataan Ibu.
“ Ibu jawab, malam ni Cahaya lagi berjumpa dengan Calon Ibu mertuanya karena itu tak bisa datang, Cahaya titip salam saja “ ibu memandang wajahku dan melanjutkan perkataannya
“ Cahaya kemana, tak biasanya Cahaya bermalam minggu.”
“ Cahaya ketemu dengan calon mertua bu.” Jawabku sambil tersenyum dan meletakkan rantang yang dibawa di atas meja makan dan membukanya.
“ Hm ada ayam korma dan pacri nanas, pasti enakkan Mak” aku melihat tatapan mak yang sepertinya tidak percaya dengan perkataanku, aku berlalu kedapur mengambil piring dan sendok untuk memakan makanan yang di bawa mak dari rumah Pak Long.
Mak duduk disalah satu kursi makan dan memperhatikan aku makan,
“ Tak biasanya Cahaya makan malam gini”
“ Ada yang mau Cahaya sampaikan kepada Mak” tatap mak kepadaku
Aku baru tersadar, sedari tadi aku masih memikirkan permintaan Indra sehingga aku binggung sendiri dengan tingkahku.
“ Calon mertua, benar Cahaya bertemu dengan calon mertua?” tanya Ibu.
Hampir saja aku tercekik makan yang sedang aku makan, secepatnya aku mengambil minum dan meminumnya.
“ Mak, sudahlah dah malam besok lagi kita cerita Cahaya mau istirahat.” Aku berdiri dan berjalan kedapur membawa piring yang masih terisi separuh dari makanan yang mak bawa dari rumah Pak Long. Sementara rantang yang masih banya lauknya aku masukkan ke dalam lemari es.
Mak masih duduk di meja makan, memperhatikan aku. Menuju kearah mak dan merangkul bahunya mengandeng mak menuju kamarnya. Sambil mengecup pipi kira dan kanan mak aku berkata
“ Selamat istrirahat mak, cahaya juga mau istirahat.”
Aku melihat wajah mak yang penasaran dengan tingkah lakuku, tapi seperti biasa mak tak mau memaksa jika aku tidak mau bercerita. Aku berjalan menuju kamarku, membuka kuncinya dan masuk kedalam meraih handuk dari tempatnya dan menuju kamar mandi. Aku belum menunaikan sholat Isya, mandi dulu baru sholat dan Istirahat.
Assalamualaikum salamku mengakhiri sholat isya berdoa kepada- Nya semoga aku bertemu jodoh yang sudah ditentukannya. Merebahkan badan dikasur, sambil munajat untuk bangun disepertiga malam. Aku harus hajat memohon kepada petunjuk untuk menjawab pertanyaan Indra. Mataku ku pejamkan, entah karena mengantuk atau apa yang jelas aku tertidur.
***






