Celoteh Nyakbaye, Baju Kurung Ayah

Cerpen, Fiksiana629 Dilihat

Cerpen untuk mengenang almarhum Ayah yang telah tiada.

Riuh rendah mempersiapkan lebaran sudah mulai terasa, sepanjang jalan tercium aroma memanggang kue yang menusuk hidung, menambah rasa lapar yang mengerogot jiwa, tapi ada secebis hati yang kosong di dada ini.

Sebentar lagi lebaran tiba, tahun ini akan berbeda. Ayah yang selalu menjadi tempat pertama untuk mendapatkan kemaafan telah tiada. Tidak akan sama lebaran tahun ini, kemeriahan yang sama pasti tiada lagi.

 

“ Lebaran tahun ini, seragam kita warna apa Yah.” Aku bertanya kepada Ayah seperti tahun – tahun sebelumnya.

“ Tidak usah buat, dibeli saja. Sekarang banyak baju koko online yang bagus – bagus.” Kata Ayah.

Tidak seperti biasanya, Ayah selalu antusias jika aku menanyakan baju seragam apa untuk Lebaran keluarga kami.

 

“ Ayah sudah tua, tidak perlu baju Lebaran. Belikan saja untuk Cucu Ayah, Ayah sekilas melihat ke arah anakku.

“ Baju beli tidak bagus, Yah.” Rengekku lagi kepada Ayah.  Kita buat baju saja ya Yah.

“ Warna Silver lagi ngetren sekarang Yah.” Aku masih memujuk ayah dengan rencana baju Lebaran keluarga kami.

Ayah masih saja dengan pendiriannya, Ayah tidak sedikitpun memperlihatkan keantusiasannya dengan rencana baju lebaran keluarga kami.

Akhirnya aku memutuskan tahun ini, akan membuat baju kurung silver buat keluarga.

Bahan sudah dibeli dan diantar ketukang jahit, “ Ayah, bahan sudah ada di tukang jahit. Jangan lupa ayah pergi ke tukang jahit dan mengukur baju Ayah, ya. “ Aku mengingatkan ayah untuk mengukur baju di tukang jahit.

Hanya tinggal 2 minggu lagi Lebaran tapi Ayah tidak juga pergi mengukur baju kurungnya.

Aku tidak mau ribut dengan Ayah, akhirnya Aku membawa baju kurung Ayah yang sudah ada untuk dijadikan ukuran baju kurung Ayah.

 

Takbir bergema dari setiap sudut desa, pagi ini hari lebaran telah tiba. Baju kurung Ayah tergantung di jendela aku menatapnya iba . Ayah telah tiada hanya baju kurung Ayah tersisi, Innalilahi, menetes air mata mengingat pagi Lebaran tahun ini ayah sudah tidak bersama kami lagi, hanya baju kurung peninggalan ayah buat kami.***

 

Mengenang Almarhum Ayahnda Amiruddin

Tinggalkan Balasan