
Semalaman hujan menghujam dengan derasnya,
Pagi, dia masih meninggalkan rintiknya.
Langit mendung haruskan jiwaku ikut murung?
Keheningan kupeluk, kucercap semangat dan gairah baru
Agar hati tidak terpuruk.
Doaku sederhana hari ini,
Ketika semua penghun rumah ini harus mengisolasi diri.
Bersama Tuhan ingin aku bersamadi
Merajut keheningan bermakna, yang mesti ku-amini.
Dan apa yang harus kulakukan? Duduk di teras belakang kamarku
Kupandangi aneka burung yang penuh semangat riang, menikmati hidup
Dibiarkannya hujan lewat, mereka tetap bersemangat.
Kontepelasiku masuk dan keluar mengemas serbuk sari dalam cahaya pagi.
Semangat yang terkepal mesti dibuka dan dilahirkan, menjadi kekuatan yang mendukung biduk kehidupan.
Kubiarkan hujan lewat, entah rintik, ataupun lebat.
Semangat itu tak boleh meredup, oleh suasana yang tidak bersahabat.
Kusadari suatu makna, yang terpapar dalam alam nan mekar,
Hujan menyegarkan tetumbuhan
Menyembulkan harapan pada rumput untuk semakin bertubuh,
Demikian yang kurasakan
saya seperti dilahirkan kembali
dari ranumnya rahmat baru yang kuterima hari ini !
Oleh : Sr. Maria Monika SND
Hari Ke 28 , 4 Agustus, 2022 YPTD, Program KMAB












