Aku Sang Bintang

Terbaru443 Dilihat

 

Aku Sang Bintang
Bagian 2.

#Kado spesial untuk Sang Bintang

Ada sebuah lirik lagu yang sempat populer di tahun tujuh puluhan, yaitu”Belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu, belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air.” Begitulah kira-kira bunyinya.

Dua kalimat ini mempunyai makna yang sangat dalam sekali, jika kamu memahaminya. Sebagai seorang pelajar harus tahu makna dibalik kalimat tersebut.

Mari Selami satu-persatu kalimat tersebut, pertama kalimat belajar di waktu kecil bagai mengukir di atas batu. Ini artinya jika kamu masih muda sebelum tua, apapun yang kamu pelajari dari berbagai ilmu pengetahuan, maka ilmu itu cepat masuk ke momori lalu tersimpan, ketika kamu membutuhkannya, maka ilmu itu dengan mudahnya keluar dari momori, dia terpatri atau melekat dan tak mudah hilang laksana kamu mengukir, memahat, atau menulis di atas batu.

Mari lihat kalimat kedua, belajar sesudah dewasa laksana mengukir di atas air. Artinya kalau kamu sudah dewasa sulit rasanya untuk belajar apalagi memahami pelajaran. Kenapa seperti itu? Karena sudah banyak yang dipikirkan sudah tidak bisa fokus lagi, pikiran sudah terbagi-bagi dengan yang lainnya. Seperti mikirin keluarga, pekerjaan, proyek dan lain-lainya. Apalagi usia semakin menua lebih banyak lupanya dari pada ingatnya, bahkan lupa sama sekali.

Coba buktikan kamu hampiri kolam lalu arahkan telunjuk ke air selanjutnya tulis namamu. Perhatikan apa yang terjadi, tulisan yang kamu tulis baru satu huruf saja sudah hilang tak berbekas, apalagi sampai merangkai menjadi sebuah kata. Begitu gambaran belajar di waktu dewasa (tua).

Tentunya kamu sudah memahami, terus apa yang kamu harus perbuat sebagai seorang pelajar? Ya, belajar, belajar, dan belajar. Belajar dengan semangat yang tinggi selagi tubuh masih segar bugar, langkah masih tegak, dan otak masih cemerlang. Isilah dengan berbagai ilmu dan kegiatan yang positif. Jangan sia-siakan kesempatan emas, karena kesempatan itu tidak datang kedua kalinya. Jangan sampai kamu menyesal dikemudian hari.

Orang-orang yang sukses menggapai bintang, mereka yang sukses memanfaat masa mudanya untuk menempa diri untuk belajar. Nabi berpesan dalam sabdanya “Jagalah masa mudaku sebelum datang masa tuamu.”

Belajar merupakan kebutuhanmu dan bukan kebutuhan siapa-siapa, apalagi guru atau orang tua. Jika kamu berhasil dan sukses Yang akan menikmati hasilnya adalah dirimu sendiri, bukan orang lain.

Orang tua membanting tulang, memeras keringat dan bekerja keras siang dan malam hanya ingin menjadikan dirimu sukses. Begitu juga gurumu hanya mendidik dan mengarahkan jalan menuju kesuksesan. Setelah itu kamu yang akan menikmati semuanya.

Guru dan orang tua tidak akan pernah minta balas jasa kepadamu, kamu sukses saja orang tua dan gurumu sangat bangga dan bahagia.

Belajar itu tidak mesti diperintah, tak mesti ada tugas, dan ujian. Belajarlah setiap hari karena itu kebutuhan dan kewajibanmu. Berikan waktu khusus untuk belajar dan canangkan dalam hati tidak ada hari kecuali untuk belajar.

Belajar itu memang pahit, capek, dan lelah. Tapi semuanya akan terbalas dikemudian hari. Semuanya akan indah pada waktunya. Kamu akan melihat dikemudian hari, di saat teman-teman kamu di masa tuanya sedang kelelahan dan kepahitan dalam menjalani hidup, sementara kamu sedang berleha-leha dengan menikmati hasil jerih payah semasa muda.

Seperti pernyataan sebuah mahfuzhat Arab”Siapa belum pernah sekalipun merasakan pahit getirnya belajar, maka ia akan mereguk hinanya kebodohan sepanjang hayat.”

Jadikan dirimu sang pembelajar sejati, yang kelak menjadi bintang di antara bintang-bintang. Kamu bukan lagi menggapai bintang, tapi kamu menciptakan bintang baru. Ketika kamu menjadi bintang, maka kamu akan dilihat orang dan mereka takkan berkedip sedikitpun karena kamu begitu indah baginya.

Bisakah kamu menjadi bintang? Jawablah dengan lantang dan percaya diri SAYA PASTI BISA, SAYA PASTI BISA, DAN SAYA PASTI BISA. Ulangi terus agar semua orang tahu akan kehebatanmu, agar semua orang tidak meremehkan, menyinyir, dan menertawakan kamu. Buktikan pada dunia bahwa kamu bisa menjadi bintang.

Bagaimana agar dirimu menjadi sang bintang? Cukup jadikan dirimu sang pembelajar.

Salam literasi

 

 

Tinggalkan Balasan