
Tak dipungkiri smartphone sudah menjadi kebutuhan besar untuk masyarakat kita saat ini, sebab kita dapat berkomunikasi secara real time, mengabadikan setiap momen penting, termasuk berbagai kebutuhan secara luas.
Artinya fungsinya jauh melebihi sekedar alat komunikasi, hal ini pun sudah lumrah dilakukan secara meluas, bahkan bebera orang yang mengalami kesulitan jika tidak membawa smartphone.
Terlebih dimasa pandemi sekarang, pengguna smartphone makin bertambah, selain sudah menjadi kebutuhan mayoritas masyarakat di zaman modern sekarang, juga mengingat masa pandemi salah satu bentuk penularan adannya kerumunan, maka banyak aktivitas dilakukan lewat smartphone, suka atau tidak kita harus bisa menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Namun sebenarnya hal ini juga dapat berpengaruh secara individu, karena banyak orang tidak bisa lepas dari genggaman smartphone tadi, tak hanya itu, orang bisa gelisah jika sehari saja tidak menggunakan smartphone.
Pernahkah kita mengalami kondisi demikian? dimana sehari saja kita tidak bersentuhan dengan smartphone atau ponsel, atau tetiba ponsel tertinggal di suatu tempat, atau kita membawa ponsel namun tidak menemukan jaringan sedangkan kita sudah berusaha mencari sinyal tapi juga tidak ada, maka kita akan mengalami kegelisahan? Saya yakin diantara kita pernah mengalaminya.
Nah, jika kita menemukan hal semacam ini, Konon ini adalah sebuah kondisi psikologis, yaitu nomophobia. Memang kondisi gelisah tak melulu karena jauh dari ponsel atau ketinggalan informasi, gelisah bisa karena faktor lain, kenyataannya kegelisahan sudah masuk pada kondisi psikologis.
Seperti hasil studi tahun 2019, ditemukan bahwa separuh dari total responden yang didapatkan mengalami stres saat tidak bersentuhan dengan ponsel pribadinya. Kondisi ini pun dinilai semakin berkembang parah setiap tahunnya.
Meskipun demikian, nomophobia bukan termasuk kondisi kesehatan mental yang dapat didiagnosis seperti gangguan mental lainnya. Namun pada tahun 2014, para peneliti mengajukan agar nomophobia bisa masuk dalam data Manual of Mental Disorders (DSM). Karena nomophobia dapat memberikan masalah kecemasan pada penderita hingga terdapat kemungkinan mempengaruhi perilaku sehari-hari. Sumber Kompas.
Nomophobia sendiri adalah gangguan kecemasan yang muncul akibat tidak memiliki akses pada ponsel pintar atau layanan ponsel.
Maka untuk mengatasi kecemasan dan kegelisahan yaitu harus mengerti atau memahami pola pikir diri sendiri, kita berlatih fokus dengan cara bisa menarik nafas panjang, menggunakan aromaterapi, atau bertanya pada dokter, menuliskan isi pikiran kita dan satu hal berdoalah !!
Semoga kita tidak diperdaya oleh yang namanya smartphone, meskipun kita membutuhkannya termasuk mengabadikan setiap momen penting kita, meskipun demikian kebijakan menggunakan Smartphone tetap tergantung pada diri kita.
Sudahkah kamu bijak menggunakan Smartphone mu? Semoga !!
Salam Literasi ✍️
Karena Menulis Aku Ada
Sukma







