Menunggu Kurikulum Baru

Edukasi408 Dilihat

Para guru telah mengikuti sosialisasi tentang adanya penyesuaian kebijakan pembelajaran dalam rangka memudahkan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) baru-baru ini mengumumkan adanya kurikulum baru yang diterapkan dalam situasi pandemi COVID-19. Termasuk sekolah kami sudah mendengar dan menyimak yang disampaikan oleh Mendikbud Mas Nadiem Makariem.

Kurikulum darurat merupakan salah satu pilihan yang dapat diambil oleh satuan pendidikan yang melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) untuk jenjang PAUD, SD, SMP, SMA, SMK dengan menyederhanakan kompetensi dasar. Dalam pembelajaran tetap memakai Kurikulum Nasional 2013 dengan menyederhanakan kompetensi dasar pada setiap mata pelajaran dan hanya fokus pada kompetensi esensial yaitu pelajaran yang menjadi dasar-dasar pada tingkat pembelajaran selanjutnya.

Tahun 2022 ini Kemendikbud meluncurkan Kurikulum prototipe yaitu kurikulum berbasis kompetensi untuk mendukung pemulihan pembelajaran dengan menerapkan pembelajaran berbasis proyek (Project Based Learning). Namun mulai tahun 2022, satuan pendidikan yang tidak termasuk sekolah penggerak pun diberikan opsi untuk dapat menerapkan kurikulum prototipe.

Menyederhanakan materi pembelajaran juga baik karena dapat membuat siswa lebih fokus pada materi pelajaran. Namun demikian perlu adanya tambahan pengetahuan yang harus mereka dengar dan ketahui, semakin banyak tahu mereka semakin banyak pengalaman. Materi lebih sedikit membuat para sedikt ringan beban yang harus diemban sehingga mempunya lebih banyak waktu untuk meningkatkan kompetensi diri. Kita boleh memilih sendiri jika kita sudah ‘nglonthok dalam Kurtilas tetap diberikan kebebasan oleh Mas Mentri tetap menggunakannya.

Nah bagaimana dengan Kurikulum Prototipe? Tentunya sekolah kami pun akan mencoba menerapkannya. Dalam segala keterbatasan kini siswa-siswi harus melaksanakan pembelajaran dalam jaringan lagi. Semangat belajar para siswa Indonesia. Beranjak dari kearifan lokal kita menerapkannya dalam Kurikulum Pembelajaran Berbasis Projek.

 

Malang, 18 Februari 2022

Tinggalkan Balasan