Belajar Tiada Henti

Pendidikan334 Dilihat

Bukan tuntutan dalam karir jika saya melanjutkan studi. Sebagai seorang karyawati BUMN yang dengan gigih berjuang menjadi karyawati yang rajin. Pekerjaan yang mengharuskan mulai Senin hingga Jumat berkutat dalam pabrik Alutsista. Tidak hanya sampai di hari Jumat saja, hari Sabtu saya pergunakan untuk mengajar keterampilan berkomputer di sebuah sekolah dasar.

S. Nasution (1985:26), “Mengajar adalah suatu aktivitas mengorganisasi (menyatu) lingkungan sebaik-baiknya dan menghubungkan dengan siswa sehingga terjadi proses belajar”. Mengajar itu menyenangkan, seakan telah menyatu dengan tingkah mereka dan sehati karena ada saatnya guru juga berlarian mengikuti mereka. Betapa menggembirakan jika menjadi kegiatan yang dilakukan dengan tulus dan ikhlas. Rela berpayah-payah dengan mereka jika dipikir sebagai seorang karyawati yang sudah lelah dan akhir pekan seharusnya untuk bersantai bersama keluarga. Namun, saya memilih membimbing mereka yang dengan segala keterbatasan sarana dan prasarananya. Rasa bahagia tidak terkira.

Rupanya mengajar itu sangatlah menyanangkan bagi saya. Persyaratan menjadi guru sekolah haruslah lulusan S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar. Tentunya ingin mengikuti ketentuan tersebut dengan senang hati. Keinginan kuat untuk kuliah S1 meskipun usia tidak lagi muda. Tepatnya dalam usia 47 tahun saya baru kuliah jenjang sarjana. Alhamdulillah lulus pada tahun 2018. Dukungan suamilah yang membuat saya semangat untuk melanjutkan kuliah di S2 dan Pascasarjana Pendidikan IPS dan lulus di usia 54 tahun. Terus berjuang dalam dunia pendidikan dan terus lanjut belajar.

Malang, 9 Juli 2022

Salam literasi

 

Tinggalkan Balasan