10. Menentukan Lokasi

 

Salah satu pemikiran peñting sebelum memulai bisnis kuliner adalah menentukan lokasi Apalagi bila ingin nembuka rumah makan. Memulai bisnis kuliner secara daring saja tetap perlu memikirkan posisi tempat pengiriman harus dekat dengan pelanggan yang dituju, demikian tentunya bila ingin nembuka rumah makan dan mendapatkan pelanggan yang tepat sasaran.

Misal untuk membuka warung Tegal harus dekat dengan pabrik, membuka kantin harus dekat kampus, membuka rumah makan Medan di Pluit atau Muara Karang.

Cara yang tepat sebelum menentukan lokasi adalah dengan melakukan survei pasar, misal dengan angket di dekat lokasi pelanggan yang disasar.

Setelah mendapatkan posisi lokasi rumah makan, mulailah berburu tempat, entah ruko, atau rumah atau food court untuk dibeli atau disewa.

Bila memilih rumah makan untuk golongan menengah keatas, perlu dipikirkan lokasi untuk parkir kendaraan. Sebaiknya memiliki tempat untuk area parkir yang cukup luas untuk menampung mobil pelanggan. Bila target pasar ke golongan bawah lebih mudah karena untuk parkir kendaraan roda dua tidak terlalu membutuhkan ruang parkir yang terlalu luas. Masalah parkir kendaraan juga perlu dipikirkan, karena untuk menjaga kenyamanan pelanggan. Bila harus menarkir kendaraannya terlalu jauh, belum tentu berani karena kawatir harus meninggalkan kendaraan terlalu lama dan harus berjalan cukup jauh. Bila di lokasi rumah makan ruang parkir sempit, sebaiknya memikirkan untuk nenyewa lahan kosong atau bekerja sama dengan tetangga.

Demikian pula bila lokasi terlalu jauh masuk dari jalan raya, harus dipikirkan beaya pronosinya. Karena memasang billboard penunjuk arah pajaknya cukup besar, memasang spanduk juga perlu membayar pajak reklame.

Juga perlu mempertimbangkan lokasi bila harus sewa. Karena harus melakukan perjanjian sewa dapat diperpanjang minimal berapa tahun kedepan dengan kenaikan harga sewa sekian persen per tahun. Karena bila harus menyewa sekian tahun tentu cukup berat, juga risiko kalau rumah makannya nantinya tidak terlalu ramai. Sebaliknya , bila tanpa perjanjian, dikawatirkan pemilik rumah akan menaikkan sewa setinggi langit bila melihat rumah makan berhasil.

Memang lebih tepat bila membuka rumah makan di lahan sendiri, karena seandainya rumah makan gagal, harga lahan pasti naik bila berada pada lokasi prima. Tetapi bila harus membeli pada saat ingin berbisnis rumah makan, perlu modal besar.

Atau cara memilih lokasi tergantung lahan / rumah yang telah dimiliki, jadi tinggal memikirkan target pasar dan jenis kuliner yang akan dipilih.

Memilih lokasi terbaik adalah diperempatan jalan, namun harga beli / sewa pasti mahal, namun dapat dikompensasi dengan beaya promosi karena bila lokasi sudah bagus, beaya promosi bisa ditekan seminimal mungkin. Sebaliknya bila lokasi di tengah-tengah atau diantara banyak bangunan, perlu upaya promosi lebih besar untuk membuat orang tahu bahwa disitu ada rumah makan baru.

Memikirkan lokasi sangat peñting, khususnya bila ingin nembuka merek sendiri. Karena bila memakai konsep waralaba, biasanya pemilik merek sudah memiliki tim survei yang handal.

Tinggalkan Balasan