Banyak orang yang rajin bekerja dalam mencari uang. Saking rajinnya, ia berambisi terus melipat gandakan uangnya, hingga lupa menikmatinya. Ia baru menyesal saat jatuh sakit, namun ia sudah terlambat saat ingin menikmatinya sudah tidak sanggup lagi.
Manusia saat muda, badan sehat waktu ada, namun belum punya uang. Setelah menjadi orang kaya, badan sehat, uang punya, namun kekurangan waktu. Bila menjelang usia pensiun, uang punya, waktu ada, namun ada kendala pada kesehatan.
Sebuah kisah yang sangat dramatis, seorang paruh baya yang sedang duduk pada sebuah mobil mewah, hanya dapat menatap dengan perasaan iri pada seorang tua miskin yang sedang asyik menikmati makan siangnya. Berupa nasi bungkus dengan lauk sayur saja dan disantap dengan sambal, tanpa sendok, alias hanya menggunakan tangannya saja. Namun terasa sangat nikmat, pemulung tua itu menikmati makanannya dengan sangat nikmat. Kenapa orang tua kaya itu merasa iri? Karena ia sudah tidak dapat makan secara normal, tiap hari susternya menyuntikkan makanan ke dalam tubuhnya, melalui selang. Meski hartanya dan uangnya banyak, namun kekayaan itu tidak dapat membeli kebahagiaan.
Adalah sebuah kemalangan, bila seseorang memiliki kekayaan, meski tak kekurangan suatu pun, namun tidak bisa menikmatinya. Orang tua kaya dalam kisah di atas dapat membeli makanan apapun yang ia inginkan, namun tidak bisa menikmati makanan tersebut secara wajar.
Pada era konsumerisme, banyak orang sibuk mengejar untuk mencari dan memiliki uang hingga lupa untuk menikmati hasilnya, karena terus sibuk melipat gandakannya. Ironisnya, ketika ia sudah merasa cukup memiliki, ia tidak mampu menikmati apapun, penyakit telah menggerogoti tubuhnya. Biasakan diri Anda untuk menikmati setiap rezeki yang didapat kapanpun dan dimanapun. Jangan lupa syukuri sekecil apapun rezeki itu.
Sudahkah Anda menyempatkan diri untuk menikmati setiap rezeki yang diberikan dalam hidupmu? Apa halangan yang membuat seseorang belum mau menikmati hasil kerjanya.
Syukuri dan nikmati setiap rezeki yang diberikan dalam hidup Anda meski hanya sederhana, dan jangan terlalu berambisi untuk memiliki sebesar-besarnya, karena memiliki belum tentu bisa menikmati.
Jangan terlalu sibuk mencari kekayaan atau harta untuk dimiliki, hingga lupa menikmatinya.
Tangerang Selatan, 10 September 2021.
@sg








