Fantasi Seks Perempuan Dewasa Cari Sensasi Romantisme dengan Remaja

Sosbud565 Dilihat

Seri KMAB2

Cougar adalah istrilah untuk perempuan dewasa atau perempuan yang beranjak tua cari fantasi berupa sensasi romantisme seks dengan remaja

Oleh: Syaiful W. Harahap

Pernah dengan cougar?

Ini bukan soal puma atau singa gurun yang terkenal di Benua Amerika, tapi dalam dunia seksualitas dikenal cougar sebagai istilah untuk perempuan dewasa atau perempuan yang beranjak tua mencari fantasi berupa sensasi romantisme seks dengan remaja.

Dalam kaitan ini perempuan dewasa, bahkan yang sudah tua, melakukan hubungan seksual dengan “ABG” (anak baru gede atau remaja ingusan) adalah salah satu bentuk parafilia yaitu menyalurkan dorongan seksual dengan cara yang lain.

Bagi perempuan dewasa seks dengan remaja mereka jadikan sebagai fantasi percintaan dengan kemesraan yang mengasyikkan.

Bisa jadi hal itu terjadi karena perempuan tersebut tidak mendapatkan fantasi seksual dengan pasangannya yang sebaya, misalnya suami atau selingkuhan. Hal ini juga didorong oleh fantasi seks mereka ketika masih remaja yang terkadang tidak menemukan realitas dalam hubungan suami-istri.

Cougar sendiri merupakan bentuk deviasi atau pergeseran orientasi seksual dari yang umum dikenal yaitu: heteroseksual, biseksual dan homoseksual.

Nenek-nenek Ajak Remaja Ingusan Seks

Tapi, ada yang luput dari perhatian media (media massa, media online dan media sosial) yang memberitakan atau menulis tentang perempuan dewasa atau tua yang menjalin kisah asmara dengan ABG yaitu aspek kesehatan seksual.

Soalnya, ada risiko penularan IMS (infeksi menular seksual, seperti kencing nanah/GO, raja singa/sifilis, virus kanker serviks, virus hepatitis B, dan lain-lain) serta HIV/AIDS. Risiko ini terjadi karena perempuan cougar tersebut melakukan hubungan seksual dengan laki-laki, baik yang dewasa maupun ABG, yang berganti-ganti sehingga merupakan perilaku berisiko tinggi tertular IMS dan HIV/AIDS atau keduanya sekaligus.

Jika perempuan cougar itu mengidap IMS atau HIV/AIDS bahkan bisa dua-duanya sekaligus, maka remaja laki-laki yang melakukan hubungan seksual tanpa memakai kondom dengan perempuan cougar berisiko tinggi tertular IMS atau HIV/AIDS, bisa juga dua-duanya sekaligus.

Pada pertengahan tahun 2013 seorang perempuan berinisal M, ketika itu berumur 38 tahun, istri seorang Ketua RT, di Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu, ditangkap polisi karena ada orang tua salah satu remaja yang diajak M melakukan hubungan seksual dengannya. Pemeriksaan polisi kemudian menunjukkan M melakukan hubungan seksual dengan delapan remaja. Hakim kemudian memvonis M dengan 8 tahun kurungan penjara. Hakim menyebutkan M bersalah sesuai dengan pasal 81 ayat 2 dan Pasal 82 Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Lama tak terdengar kasus cougar, tapi tiba-tiba muncul berita tentang seorang nenek, Rohaya, 71 tahun, yang menikah dengan Selamat, remaja berumur 16 tahun, di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Provinsi Sumatera Selatan, di awal bulan Juli tahun 2017. Bagi masyarakat hal ini tentu saja lumrah karena hanya beda umur dan dilakukan secara sah menurut agama dan hukum negara.

Sedangkan yang terjadi di Palembang, Sumatera Selatan, ini lain karena sampai ke polisi. Seorang nenek, Jw, 80 tahun, melakukan hubungan seksual dengan seorang “ABG”, AR, yang baru berumur 13 tahun. Orang tua AR curiga karena anaknya ketakutan ketika pulang ke rumah di malam hari pada tanggal 6 Juli 2017. Setelah ditanya AR mengaku kalau dia baru melakukan hubungan seksual dengan Jw. Ibu AR pun segera melaporkan hal itu ke polisi (tribunnews.com, 16 Juli 2017).

Kasus-kasus kejahatan seksual dan parafilia erat kaitannya dengan fenomena gunung es. Kasus yang terungkap hanya sebagian kecil dari kasus yang terjadi di masyarakat. Banyak faktor yang membuat kasus-kasus kejahatan seksual dan parafilia tidak muncul ke permukaan, misalnya karena malu dan bisa juga karena tekanan dari salah satu pihak sehingga terjadi perdamaian di bawah tangan.

Bayangan Romantisme Masa Muda

Bagi perempuan tua melakukan hubungan seksual dengan remaja mereka merupakan fantasi seks dalam kondisi romantisme remaja.

Perilaku cougar disebut juga sebagai heteroromantic asexual yaitu ketertarikan secara seksual yang romantis dengan lawan jenis beda umur. Tapi, romantisme atau gairah seksual cougar dengan ABG tidak selalu dilakukan melalui hubungan seksual penetrasi vaginal.

Perempuan-perempuan dewasa dan tua itu tertarik dengan romantisme remaja seperti yang pernah mereka bayangkan di masa muda, tapi sering terjadi tanpa dorongan seksual sehingga bisa saja terjadi tanpa seks penetrasi. Romantisme mereka lakukan dengan kegiatan-kegiatan yang terkait dengan dengan dorongan nafsu birahi.

Hal itu bisa dimaklumi karena setelah usia tertentu ada perempuan yang sudah mengalami menopause yaitu siklus menstruasi yang terhenti seiring dengan umur. Ini terjadi secara alamiah dan bukan penyakit. Dorongan seksual pun menurun, tapi fantasi seks tetap menggebu-gebu. Hal yang sama juga terjadi pada laki-laki yaitu andropause.

Fantasi seks romantisme remaja jadi daya tarik perempuan dewasa dan tua. Perempuan-perempuan yang disebut cougar itu menyalurkan dorongan seksual dengan remaja laki-laki sebagai bagian dari fantasi seks mereka yang mengharapkan romantisme bercinta dengan remaja.

Cougar akan jadi masalah jika dilakukan di luar nikah karena merupakan perbuatan yang melawan norma, moral, agama dan hukum. Selain itu juga bertentangan dengan UU Perlindungan Anak.

Sebaliknya, jika dilakukan dengan remaja putra di bawah umur melalui pernikahan juga muncul masalah karena ada ketentuan yang mengharuskan pernikahan dilakukan oleh orang-orang yang sudah dewasa. Batasan dewasa memang bisa bervariasi, tapi secara umum umur 17 atau 18 tahun. Ini sudah termasuk dewasa yang bagi cougar tiak lagi sebagai romantisme seksual remaja (dari berbagai sumber). (Sumber:. bonsernews com, 1/6-2022). *

Tinggalkan Balasan