Purnama… Aku memandang dirimu malam ini Lagi… Untuk kesekian kalinya Menikmati pesona cahayamu Di antara samudera angkasa Sinarmu membias Menerobos kegelapan malam Kendatipun pantulanmu berubah rupa Perasaan ini Selengkapnya
Dewi Leyly
Saat Kata Tak Sekedar Rangkai Aksara
Selamat pagi Selamat berkarya Seringnya sapa itu tiba Pantulkan kembali gaungnya Awali hari penuh aktifitas Selimuti hati dengan semangat Denting sutil dan wajan saling beradu Memadu tarian di Selengkapnya
Friendzone
Entah… Sejak kapan aku berjumpa denganmu Entah… Sejak kapan aku mengenalmu Yang kuingat… Engkau teman masa kecilku Entah… Sejak kapan aku dekat denganmu Entah… Sejak kapan kau mengisi hariku Selengkapnya
Kokoh Nan Tak Terganti
Aku sudah hendak beranjak kala suara telah serak memanggilmu namun sunyi berarak… Aku sudah hendak melangkah dengan putus asa menjauh melepaskan rasa… Ketika itu bayangmu muncul menjajari bayangku yang Selengkapnya
Contra Flow
Kawan… Segeralah menyembuh Matamu yang teduh Kurindu penuh Kawan… Segeralah sehat Kata-katamu yang bersemangat Meleburkan penat Kawan… Segeralah pulih Bila melihatmu pedih Hatiku pun perih Kawan… Segeralah bergas Makanlah yang Selengkapnya
Incognito
Bilamana cinta tiba ? Lewat sapa yang menyapa Yang datang tiap hari tanpa jeda Lewat kata yang mengudara Menemani karya dengan setia Bilamana cinta berlabuh ? Lewat moccachino yang terseduh Selengkapnya
Tugas Itu Belum Usai
Putaran masa delapan belas tahun silam Menjadi tonggak hubungan yang mendalam Kala tawa, tangis dan geram Menyapa sepanjang siang dan malam Menjejakkan kaki di pertengahan sembilan delapan Awal panjang Selengkapnya
Sahabatku, Semangatku
Sukacitaku memiliki sahabat sepertimu Berbagi suka duka denganmu Berbagi tawa tangis denganmu Tanpa canggung ataupun malu Banyak hal bisa kuceritakan Meski tak semua kusampaikan Dengan sabar kau mendengarkan Menanggapinya tanpa Selengkapnya
Berpadu Beranda
Aku masih di sini, Setia menanti….. Tak akan beranjak, Tak hendak….. Bukan peluk yang kupinta, Hati yang sedia mencinta Sampai menutup mata….. Tak bisa ku menahanmu di sisi Pun tak Selengkapnya
Di Dalam-Mu : Tiadalah Yang Kurang Lagi
Apa yang mereka katakan Tentang sakit yang kau alami Seolah menjadi lonceng Akan betapa singkatnya kebersamaan kita Aku tak akan pernah menyerah Akan terus kugenggam tanganmu Bukan untuk menahan kepergianmu Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- 10
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















