Senja di Sudut Kota Tung Widut Alunan nada roda di jalanan Menghilangkan garis putih pemisah jalan Menuju bangku santai di sisi taman Sejajar dengan angan yang bercengkerama Matahari menyapa pecinta Selengkapnya
#Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Bangga
Bangga Tung Widut Pengujung tahun belajar Hari-hari persiapan perpisahan Antara malu dan takut Berkecamuk dalam dada Harus menari seperti yang dibisa Ibu guru menyapa dengan caranya Aku berlenggok Selengkapnya
Sela
Tersela Tung Widut Serasa yak ada yang istimewa Hari demi hari sama rasa Matahari terbit dari timur dan tenggelam kala senja Mata terbuka bersama kokok ayam Tertidur krmbali sepi memanggil Selengkapnya
Seikat Rasa
Seikat Rasa Tung Widut Kata miring mereka santer terdengar Tentangmu para penguasa diri Mengaggungkan rasa elit yang membelit Merasa tinggi yang sebenarnya hanya rasa hati Anggapan iri ketika orang Selengkapnya
Sandarkan Rindumu Padaku
Sandarkan Rindumu Padaku Tung Widut Tatapan matamu ku tahu Rindu padanya begitu besar Tapi semua hanya bertepuk sebelah tangan Leraikan rindumu padanya Pandanglah padaku yang selalu menunggumu Menunggu denga Selengkapnya
Titah Mu
Titah Mu Tung Widut Tangan mengepal erat Gigi mengerut menahan emosi Nilai yang mencabik hati Bernar gagal kalia ini Derai air mata membasah disudut kamar Mencari memori yang dulu ada Selengkapnya
Sisi Kehidupan
Sisi Kehidupan Tung Widut Hidup ini sdah ada pada titahnya Ada kemiskinan yang melekat erat Ada kekayaan yang tak mampu terbendung Kita tak boleh memilih dengan paksa Kita tak boleh Selengkapnya
Tak Banyak Kesempatan
Tak Banyak Kesempatan Tung Widut Siapa yang mampu mengatur detak jam Tak seorang pun Siapa yang mampu mengatur waktu Diri sendiri Mengapa kau siakan waktu Terlena dalam buaian dumay Yang Selengkapnya
Bersama
Bersama Tung Widut Hari minggu tiba Saatnya mereka bersuka ria Mengisi pagi dengan menari Bersama teman sehobi Hari ini yang selalu dinanti Saat bersenang hati Aku diantara mereka yang Selengkapnya
Karena Mu
KarenaMu Tung Widut Menghiba dalam lamunan Berjuta kesalahan terbayang di pelupuk mata Tak sengaja datang begitu jelas setiap menjelang terpejam Kepadamu meminta ketenangan Mengampuni dosa dari ruas sederhana Pada kisah Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 16
- 17
- 18
- 19
- 20
- …
- 78
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













