Jalan Kecilku

Jalan Kecilku Tung Widut Pagi menggeliat dalam dingin Kabut tebal selalu menyelimuti Sinar mentari semburat kuning manja Kala berpuluh petani sudah menyibak rasa jalan kecilku Subuh baru usai Pengguna sandal

Kisah

  Kisah Sebuah Kunjungan Tung Widut Segenap jari sebelah usia dulu Saat melintas jalanan sepi Anatar dua kota melewati sebuah kerumunan kecil Kota damai dengan bukit menghijau mengelilinginya Saat becak

Saat Rembulan Sirna Tung Widut   Malam telah berganti siang Perlahan kabut lenyap seiring sinar mentari datang Semua menjadi nyata adanya Remang keindahan tak ada lagi Sinar sendu hilang sudah

Cerita

Ceritamu Tung Widut Hidup tak semudah mebalikkan tangan Memburu kesenangan kadang mengobankan sebuah hati Lupa ketika tertatih berjalan di atas koral terjal Menggendong beban yang seakan tak mampu diangkatnya Bercucur

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.