Menjemput Pagi Tung Widut Kok ayam terdengar bersahutan Seiring langit perlahan terang Langkah kaki para hamba Allah Terdengar berjalan santai dengan mukena dipakai Menyusuri jalanan sepi Pulang ke Selengkapnya
#Karena Menulis Aku Ada (KMAA)
Dari Balik Kaca
Dari Balik Kaca Tung Widut Sepanjang jalan berliku Pemandangan indah menemani Hijaunya bukit di hiasi kabut putih di puncak Kesyikan jalan berliku Disamping sungai selalu beriringan Deras lliran gemericik terdengar Selengkapnya
Dulu Dia
Dulu Dia…. Tung Widut Tatap curi itu membuatku teringat Masa lalu yang…. Tetap dengan tatapan yang dulu Tak perduli Tak ada detak sehati Dengan pikiran sama Bukan jodohnya Kau padang Selengkapnya
Gamang
Gamang Tung Widut Desur hati melihat buah hati Tak enak badan Hanya diam dengan hidung tersumbat Sesekali meminta Terasa sakit katanya Apakah aku tak peduli Saat hari kebahagiaan tiba Hari Selengkapnya
Di Sini Aku Berada
Di Sini Aku Berada Tung Widut Debu terbang berkelana Terbawa angin membumbung tak terarah Kala Tuhan memberhentikan Di atas daun hijau berlapis embun Kebahagiaan ada dan terasa Rasa hati tak Selengkapnya
Debu Tanpa Jejak
Debu Tanpa Jejak Tung Widut Aku ada diantara mereka Akrab melihat gambar kesuksesan Berita yang hampir tiap hari bertambah Aku baca dengan penuh keinginan Diriku hanya sebuah debu yang melayang Selengkapnya
Lara Kedengkian
Lara Kedengkian Tung Widut Kala bumi masih berputar Kita dengan lenggang bebas menghirup bernafas Memandang indah alam meraih keindahan Hati terpaud hidup Tak sendiri di atas tanah berpijak Ada berjuta Selengkapnya
Dititik Sekarang
Dititik Sekarang Tung Widut Rindumu sakitku rasa Bahagiamu kehancuran wanita Kau cabik kepercayaan di belakang hati Kembar putih telah ternoda Tak lagi bisa berkata Sebagai ungkapan rasa dalam dada Selengkapnya
Hujan Semalaman
Hujan Semalaman Tung Widut Haw asejuk terasa Merambat dari kulit ari menuju hati Detak air hujan semakin bertubi Membunuh sepi dalam malam gelap Tiada suara belalang Tak ada suara jengkerik Selengkapnya
Duka di Gelap Hujan
Duka di Gelap Hujan Tung Widut Hamparan hijua alam Tak teringkasi keindahan Gunung bukit memberi suber penghidupan Rakyat hidup tanpa kata resah Diakhir tahun di awal bulan Hentakan dari dalam Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 32
- 33
- 34
- 35
- 36
- …
- 78
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.















