Rindu dan Senja

Mauku bukan begini berbincang sebentar lalu pergi menghilang bersama senja sisakan derai air mata   Aku mau kita bercerita sambil menikmati kopi seraya bercanda mesra   Aku ingin merengkuhmu dalam

Senja yang Terlihat

Senja Yang Terlihat Tung Widut Sinar semburat menyorot dari balik gunung Warna kemerahan membentuk garis indah di langit yang mulai gelap Lalu lalang kedaraan mengabaikan keindahanya Tak memandang sedikit pun

Merindu Senja

Senja baru saja berlalu kami sudah merindu rindu akan kehangatannya rindu akan keceriannya rindu akan kehadirannya   Akupun merindukanmu yang telah memberiku cinta yang syahdu kasih yang haru selalu  

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.