Gemericik Malam Tung Widut Hanya sebuah suara Jelas terdengar dari jendela kamar Gemericik suara air Jatuh terbentur lantai teras Hitam bertambah legam Pekat tak terlihat Di kejauhan lampu tercoret Selengkapnya
KMAB
Pelangi
Pelangi Tung Widut Pagi datang seirama dingin Rintik air reda sudah Meninggalkan hawa sejuk menantang Kali berjalan berpacu dengan waktu Jalanan ramai dengan mesin menderu Meninggalkan rumah dengan terkunci pintu Selengkapnya
Berharap
Berharap Tung Widut Kelabu langit menyapa pagi Mentari malu menampakkan diri Dari tidur semalam yang terlalu damai Embun belum juga mengering Hawa dingin terasa dalam belaian angin Semilir meniup kulit Selengkapnya
Genangan
Genangan Tung Widut Genangan air pada jalanan Bercerita tetang hujan semalam Melenyapkan bintang yang kan datang Menemani hati gundah Genangan air pada jalanan memberi tanda Hujan menghujam dengan deras Selengkapnya
Jalanan Malam
Jalanan Malam Tung Widut Temaram cahaya lampu berjajar Hitam sepi ada pada garis putih tengah jalan Lampu ditepian berkedip terhalang dedaunan Dingin ada terasa Laju roda tanpa ragu Membelah segaris Selengkapnya
Hujan Kelabu
Hujan dalam Kelabu Tung Widut Pagi menjelang Temaram menuju terang seisi alam Menyapa selamat pagi untuk kita semua Hanya sebuah keinginan karena biasa Bukti hanya mendung yang datang Matahari Selengkapnya
Redup
Redup Tung Widut Hujan telah selesai air Yang jatuh sesekali dari sisa didedaunan Dingin masih tersara Sinar mentari belum mampu menembusnya Udara dingin di atas rerumputan basah Para putih Selengkapnya
Rintik Pagi
Rintik Pagi Tung Widut Mendung menggantung antara awang-awang Matahari redup tertutup hitam Dunia menjadi muram Kemalasan musti muncul dengan berbagai alasan Rintik mulai menggelitik Matari hilang terbenam Pedagang pun gusar Selengkapnya
Bisakah
Bisakah Tung Widut Saat ku katakan Sejuta cerita tentang derita Tak sambut dengan iya Kau sangkal dengan berjuta alasan Bangga dengan jalan yang kau Sekarang kamu tahu Temanmu telah membunuhmu Selengkapnya
Siasat Mencari Keiklasan
Siasat Mencari Keiklasan Tung Widut Untuk apa berkoar Toh suara tak mampu menghancurkan batu Terlalu keras untuk sebuah perasaan Diam memandang lah pada langit Yang lebih bijak dari hati Memberi Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 4
- 5
- 6
- 7
- 8
- …
- 44
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.













