Jam-jam Terakhir

Jam-jam Terakhir Tung Widut Hari begitu sibuk dengan beribu tugas Yang tak pernah disentuh selama corona mewabah Setumpuk tulisan yang tak pernah dipahami Dibuang jauh saat hura-hura datang lebih menyenangkan

Tidur Malam

Tidur Malam Rung Widut Hujan tak lekang dingin Merapat menjalar melalui celah cendela kamar Beriring bunyi jengkejrik abadi saat malam Mata mulai menguap merindukan bantal Tak mampu berjalan dalam gelap

Bayangan di Kaki Senja

Bayangan di Kaki Senja Tung Widut Terlihat bayangmu kala senja Berdiri memandang jauh ke alam bebas Menyapa matahari yang akan meninggalkan siang Keperaduan karena malam telah datang Terlihat bayangmu kala

Kebebasan

Kebebasan Tung Widut Sisihkan empat windu kekangan Dengan hati luka menerjang kawat berduri yang melingkar di jari manis Batalkan janji suci yang penuh kepalsuan Tak lagi ada rindu yang membuat

Kebersamaan Terakhir

Kebersamaan Terakhir Tung Widut Sederhana tapi  mengena Akhir sebuah  perjuangan di bangku kelas Akhir sebuah gelauan nilai dalam selembar kertas Sadar kebahagiaan sementara Sebagai ungkapan rasa Membuka mata untuk masa

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.