Moskwa, Kami Datang

Berita, Wisata400 Dilihat

Moskwa, atau Mockba dalam huruf Kiril adalah merupakan kota yang menawan. Kota tua yang menurut sejarah telah ada sejak 1140 M itu merupakan ibu kota Federasi Rusia dan juga pernah menjadi ibukota Uni Soviet atau CCCP (dibaca SSSR Soyuza Sovietskaya Sotsialitskii Respubliki). Walaupun Uni Soviet telah pecah menjadi 15 negara, Rusia, sebagai salah satu pecahannya masih merupakan negara terluas di dunia yang membentang dari Eropa ke Asia.

Ada lima bandara yang melayani kota Moskwa dan salah satunya yang terbaik dan terefisien adalah Bandara Domodedovo yang mulai beroperasi pada awal 1980 dalam rangka persiapan Kota Moskwa untuk Olimpiade 1980.

Pesawat SQ 376 kami dari Dubai mendarat dengan mulus di pagi yang cerah di akhir bulan Juli di bandara Domodedovo. Beberapa saat sebelum mendarat, pramugari membagikan formulir Imigrasi yang ditulis dalam dua bahasa yaitu Inggris dan Rusia. Ternyata formulir itu berlaku untuk Federasi Rusia dan Belorusia.

Di pelataran parkir, terdapat banyak sekali pesawat dari puluhan maskapai penerbangan. Sebagian adalah penerbangan Internasional yang sudah saya kenal, namun lebih banyak lagi penerbangan nasional Rusia yang saya belum dengar namanya seperti Pulkovo dan  Tatarstan.

Terminal Bandara Domodedovo tampak cukup modern dan luas. Setelah mendarat, pemeriksaan imigrasi terasa sangat lancar, demikian juga pengambilan bagasi dan bea cukai. Kami melewati jalur hijau tanpa pemeriksaan sama sekali. Pupus sudah cerita tentang antrean imigrasi yang panjang dan keseraman bea cukai Rusia yang sering saya baca sebelumnya.

Penukaran uang di bandara juga cukup baik tapi dengan rate yang kurang bagus dibandingkan di kota, karena itu disarankan hanya menukar uang secukupnya untuk biaya transportasi.

Setalah keluar bea cukai cukup banyak orang menunggu di balai kedatangan. Sebagian mencoba menawarkan taksi. Namun ada banyak peringatan di ruang pengambilan bagasi untuk berhati-hati terhadap tawaran taksi gelap. Cukup bilang Nyet dan mereka tidak akan mengganggu kita lagi.

Ada beberapa cara menuju pusat kota. Salah satu yang ekonomis menggunakan Kereta Api ekspres ke Stasiun Paveletkaya . Kereta yang disebut Aeroekspress ini akan membawa Anda menuju pusat kota Moskwa dalam waktu 45 menit non stop dengan ongkos 150 Ruble.

Ada dua loket antrean dimana loket untuk lokal train lebih banyak peminatnya sehingga antrean terlihat lebih panjang. Di samping itu juga ada kereta yang lebih lambat karena berhenti di setiap stasiun. Stasiun kereta terdapat di sayap sebelah kanan terminal di dekat terminal domestik.

Tiket harus dibeli sebelum menaiki kereta dan pintu berupa turn style hanya dapat dibuka dengan menempelkan tiket kita. Tiket harus disimpan selama dalam perjalanan karena akan ada pemeriksaan oleh petugas. Dan tiket yang sama juga akan digunakan untuk membuka pintu keluar setibanya di tujuan. Kalau mau lebih ekonomis lagi dapat naik Bus menuju Stasiun Metro Domodedovoskaya.

Sesampainya di Stasiun Paveletskaya, untuk menuju hotel dapat dilanjutkan dengan taksi atau juga dengan Metro. Dari stasiun tinggal melihat petunjuk yang menuju Paveletkaya Metro station yang dalam huruf Kiril ditulis METPO. (baca Metro).

Ongkos Metro di Moskwa berdasarkan sekali naik dan tidak tergantung sejauh mana tujuan kita. Ada beberapa pilihan tiket yang satu kali jalan adalah 19 Ruble. 10 kali jalan 155 Rubel dan 20 kali jalan 280 Ruble. Kalau ingin sering menggunakan Metro lebih ekonomis membeli yang 10 atau 20 kali jalan sehingga tidak usah membeli setiap kali ingin naik.

Antrean untuk membeli tiket Metro cukup panjang karena hampir semua penumpang Aeroekspress melanjutkan perjalanan dengan Metro walaupun banyak orang menawarkan taksi. Sesampainya di loket semua pengumuman hanya dalam bahasa Rusia dan kasir pun hanya berbahasa Rusia.

Kalau kita mau membeli tiket yang 10 perjalanan sebutkan saja jyesit played.. dwa bilyetii(10 perjalanan dua tiket) maka kasir akan menjawab trisot jyesit rublii atau 310 Ruble..Tiket berupa kartu magnet yang cukup ditempelkan di pintu dan akan tampak berapa kali perjalanan yang tersisa. Kalau kita coba-coba tidak menempelkan tiket maka pintu akan otomatis menutup dan nada peringatan akan segera berbunyi. Saya sekali mencoba sehingga petugas datang dan meminta saya untuk mencoba kembali menempelkan tiket

Setelah menuruni eskalator yang cukup dalam dan tiba di stasiun mulai terasa sedikit kesulitan untuk menentukan rute menuju Stasiun Ulitsa 1905 Goda yang seharusnya ditentukan sebelum turun ke bawah atau harus melihat peta sekali lagi.

Di tengah kebingungan itu seorang wanita muda dengan bahasa inggris yang pas-pasan mencoba bertanya stasiun tujuan kita sambil menunjukkan peta kecil lipat miliknya. Gadis tadi bahkan memberikan peta metronya kepada kami.

Sesampainya di hotel, hotel tempat kita menginap wajib mendaftarkan tamu ke semacam pos polisi setempat dan surat pendaftaran itu harus kita bawa ke mana pun kita pergi karena sewaktu-waktu Polisi akan meminta kita untuk menunjukkannya.

Mungkin ini sedikit yang membuat kunjungan ke Rusia agak terasa ”menyeramkan” walaupun pada kenyataannya semua berjalan sangat lancar. Untuk itu paspor kami diminta untuk selama 1 jam yang kemudian dapat diambil kembali bila kita ingin keluar Hotel. Surat registrasi sendiri baru jadi keesokan harinya yang lucunya setelah kami cek kewarganegaraan kami tertulis India, bukannya Indonesia. Namun petugas hotel berkata tidak akan jadi masalah dengan kesalahan itu sambil tersenyum saja.

Pada suatu kesempatan di pintu masuk stasiun Metro Park Kulturii , seorang Militsia atau Polisi pernah mendekati saya yang berjalan kira-kira 10 meter di depan Istri. Polisi segera memberi hormat sambil berkata Salut dan terus berbicara Bahasa Rusia yang saya tidak mengerti. Mungkin dia mencoba menanyakan dokumen saya, Saya hanya menggelengkan kepala dan kemudian menunjuk Istri yang mendekat. Setelah itu polisi tadi hanya kembali memberi hormat dan berkata salut lalu pergi.

Tinggalkan Balasan