Berlomba Pengadaan Rezum. Alat Modern Terapi Prostat

Terbaru, YPTD124 Dilihat

Perlombaan memiliki alat terbaru terus berlangsung. Pesertanya: rumah-rumah sakit. Lomba itu kini masuk ke bidang penyakit laki-laki: prostat.

Nama alat terbaru itu: Rezum. Buatan Amerika.

Begitu barunya belum sampai lima rumah sakit yang memilikinya. Di belahan timur Indonesia baru ada satu. Di Surabaya. Di RS Adi Husada –yang tahun depan genap 100 tahun umurnya.

Tentu sebentar lagi akan banyak rumah sakit yang berlomba memilikinya. Begitu banyak laki-laki yang risau dengan prostat. Ditambah: persaingan antar rumah sakit begitu kerasnya. Saling tidak mau kalah. Membeli alat terbaru sudah seperti senjata untuk menang. Ingin punya terbaru. Termodern. Ingin menjadi ”yang pertama” memiliki alat baru apa saja.

Tentu itu baik bagi masyarakat –yang mampu membayar ongkosnya. Setidaknya pilihan pun bertambah. Penderita prostat dulu hanya punya tiga pilihan: minum obat, dikerok, dioperasi –disesuaikan dengan tahap sakitnya.

Kini sebelum memutuskan dikerok bisa dicoba dulu dengan direzum. Intinya sama dengan dikerok: prostat yang membesar dikecilkan.

Anda sudah tahu: prostat yang membesar bisa mendesak saluran kencing. Seperti mencekiknya. Akibatnya kencing tidak lancar. Di tahap lanjut, air kencing tidak bisa keluar. Bayangkan sakitnya.

Padahal ada rumus 50-50: yakni 50 persen laki-laki yang umurnya melewati angka 50 mengalami problem itu: prostatnya membesar. Pembesaran itu bisa membuat sebagian sel prostatnya tumbuh tidak normal –lalu jadi benih kanker prostat.

Laki-laki pasti punya prostat. Letaknya di bawah kandung kemih. Ukuran prostat yang normal hanya sebesar biji kenari. Panjang 3cm, lebar 2 cm. Posisinya mengelilingi saluran kencing. Saluran kencing itu memang dibuat melewati tengahnya prostat.

Dengan posisi seperti itu ketika laki-laki seperti Anda mengalami ejakulasi, prostat Anda bisa memblokade saluran kencing. Dengan demikian yang bisa melewati penis Anda hanya sperma. Sperma tidak tercampur dengan air kencing.

Bayangkan bila di saat Anda konsentrasi untuk ejakulasi, air kencing Anda terikut di sperma. Kasihan wanitanya.

Fungsi lain prostat adalah terkait dengan sperma itu sendiri: ikut memproduksi sperma. Sekitar 30 persen sperma diproduksi di prostat.

Bagian sperma yang diproduksi di prostat itu mengandung alkalin. Itu penting agar sperma Anda tetap hidup sehat di tengah vagina basah yang asam. Dengan demikian sperma yang keluar ke vagina tetap hidup dan bisa bergerak.

Sperma yang berasal dari prostat juga mengandung enzim dan beberapa zat lainnya. Khasiatnya: agar sperma bisa bertahan lebih lama di ”iklim” vagina. Juga agar bisa berenang lebih cepat –menuju terminal akhir.

Kelenjar prostatnya sendiri berfungsi ikut mendorong sperma itu keluar di saat terjadi ejakulasi.

Kian tambah umur biji kenari itu kian besar. Ada obat yang bisa menahan pembesaran itu. Harus diminum seumur hidup. Belum tentu berhasil.

Yang populer dilakukan selama ini –kalau kegiatan kencingnya sudah sangat mengganggu– pengerokan. Prostat yang membesar dikerok. Caranya: kateter dimasukkan ke lubang kemaluan, didorong menuju lokasi prostat. Di ujung kateter dipasangi alat pengerok. Berarti alat itu harus membelah dinding saluran kencing –untuk mengurangi besaran prostat di sekitar saluran kencing.

Setelah dilakukan pengerokan saluran kencing bisa membuka lebih besar. Kencing bisa lancar. Tapi ada tapinya: saat ejakulasi sperma tidak bisa keluar dari kemaluan. Sperma itu kembali masuk ke saluran kencing yang sudah diperbesar –lalu pada saatnya keluar bersama air kencing.

Tapi itu tidak bahaya. Juga tidak mengganggu ejakulasi. Laki-laki tetap bisa ereksi. Tetap bisa ejakulasi. Perasaan saja terganggu: kok tidak terlihat spermanya keluar. Perasaan Anda tentu terganggu –apalagi perasaan yang di bawah.

Rezum tidak seperti itu. Prinsipnya sama. Kateter dimasukkan ke lubang kemaluan, didorong menuju lokasi prostat. Di ujung keteter ada jarum. Jarum itulah yang menembus dinding saluran kencing –menuju kelenjar prostat.

Di bagian prostat yang dekat dengan saluran kencing jarum itu mengeluarkan uap. Uap air panas. Suhu uapnya mencapai 103 derajat Celsius.

Dengan suhu uap di atas 60 derajat sejumlah sel prostat di dekat jarum lama-lama bisa mati sendiri. Mati secara sehat. Dengan matinya sejumlah sel, prostat pun mengecil.

“Dari pengalaman saya, hasilnya baru bisa dirasakan setelah dua atau tiga bulan,” ujar dr Edwin Ongkoraharjo, spesialis urologi (Unair) yang juga Dirut RS Adi Husada.

Dalam sebulan terakhir sudah 10 pasien ditangani di rumah sakit itu. Dua pasien tidak jadi dikerjakan karena ada indikasi masuk tahap kanker prostat.

Adi Husada adalah satu dari lima rumah sakit anggota Forkom: Husada Jakarta, Telogo Rejo Semarang, RS Dr Oen Solo, Adi Husada Surabaya, dan Panti Nirmala Malang.

Itulah rumah-rumah sakit milik perkumpulan Tionghoa. Di masa sebelum lahir Indonesia warga Tionghoa punya banyak perkumpulan. Mereka punya rumah sakit. Punya sekolah-sekolah Tionghoa. Punya rumah dansa. Rumah musik.

Masing-masing perkumpulan independen. Bentuk lembaganya, umumnya ”perkumpulan”. Bukan yayasan. Bukan perseroan.

Tahun lalu Telogo Rejo genap berumur 100 tahun. Tahun sebelumnya Husada Jakarta 100 tahun. Tahun depan Adi Husada 100 tahun. Perkumpulan yang menaungi Adi Husada memang didirikan tahun 1927 –bersamaan dengan tahun berdirinya Persebaya.

“Saya juga bonek Pak,” ujar Edwin. “Sampai sekarang pun masih sering nonton di Gelora Bung Tomo,” tambahnya.


Edwin bercerita, Adi Husada membeli rezum atas instruksi ketua umum perkumpulannya. Namanya: Soedomo MergonotoAnda sudah tahu siapa Soedomo: konglomerat pemilik kopi Kapal Api.

Kini tokoh-tokoh besar bisnis di Surabaya kumpul di Adi Husada. Termasuk Wen Tjin yang punya pabrik emas sangat besar.

Mereka sebenarnya anggota baru. Bukan pendiri. Ayah mereka pun belum lahir di tahun itu. Mereka ingin membuat Adi Husada menjadi rumah sakit yang modern.

Pembenahan terus dilakukan. Di ulang tahun ke 100-nya tahun depan hasil modernisasi itu sudah terlihat.

Meski ini rumah sakit Tionghoa, pasien utamanya tiga kelompok: Tionghoa, Madura, dan Arab. Lokasinya memang dekat pecinan Kembang Jepun. Dekat pula kampung Arab di Ampel. Komunitas besar Madura juga tinggal di Sidotopo, dekat Adi Husada.

Sudomo kini praktis jadi juru selamat di kalangan Tionghoa. Juga juru damai di banyak bidang. Termasuk di sekolah Tionghoa, Xin Zhong. Lalu di kelenteng tua Tuban.

Sebagai pengusaha besar, ide Soedomo sangat banyak. Pun sampai ke soal perlunya Adi Husada beli rezum.

“Dengan rezum, sperma bisa tetap bisa keluar lewat kemaluan,” ujar Edwin. “Tapi saya tidak mau banyak ditanya soal ini. Kesannya bisa seperti jualan,” katanya.

Kian lama prostat seperti kian tidak menakutkan laki-laki. Apalagi perempuannya. (Dahlan Iskan)

8 Januari 2026

Komentar Thamrin Dahlan

Rumah Sakit Bhayangkara sudah semestinya ikut ambil bagian dalam event inovasi pelayanan kesehatan ini. Jangan mau kalah dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Keluarga Besar Polri dan masyarakat umum. Saya meyakini langkah tersebut pasti mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Polri, karena sejalan dengan semangat transformasi Polri yang Presisi—prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan.

Keikutsertaan itu bukan sekadar simbolik, melainkan diwujudkan melalui keberanian berlomba menghadirkan alat kesehatan terbaru. Salah satunya adalah Rezum, alat modern pengobatan prostat produksi Amerika Serikat. Teknologi mutakhir ini telah terinstal di Rumah Sakit Adi Husada Surabaya atas arahan Bapak Soedomo Magonoto, menjadi bukti nyata bahwa investasi alat canggih berdampak langsung pada kualitas layanan pasien.

RS Adi Husada sendiri adalah contoh rumah sakit yang mampu survive lebih dari satu abad. Usia panjang tersebut membuktikan bahwa manajemen rumah sakit swasta ini sangat andal, adaptif, dan visioner. Bahkan, dalam banyak aspek, RS Adi Husada hampir sejajar dengan RSCM sebagai rumah sakit rujukan nasional—tempat berhimpunnya para ahli kedokteran terbaik Indonesia.

Sementara itu, Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat I RS Soekanto, yang lebih dikenal sebagai RS Polri Kramat Jati, berdiri sejak tahun 1966 dan terus berkembang pesat. Rumah sakit ini menjadi pusat rujukan seluruh RS Bhayangkara di jajaran Polda, dengan kemampuan pengobatan dan perawatan yang semakin lengkap dan modern.

Keunggulan lain RS Bhayangkara adalah kompetensi khas kedokteran kepolisian, khususnya dalam identifikasi korban bencana. Kemampuan DVI (Disaster Victim Identification) Pusdokkes Polri telah diakui setara standar internasional. Inilah keunggulan strategis yang tidak dimiliki rumah sakit lain dan menjadi kebanggaan institusi Polri.

Dengan kapasitas tempat tidur yang besar, RS Bhayangkara juga berperan penting melayani masyarakat melalui program BPJS Kesehatan. Bahkan, beberapa RS Bhayangkara telah meraih penghargaan atas sistem administrasi dan kualitas pelayanan terbaik bagi peserta BPJS. Ini membuktikan bahwa rumah sakit Polri tidak eksklusif, melainkan inklusif dan hadir untuk semua.

Ke depan, perlombaan pengadaan alat kesehatan canggih harus dibarengi dengan peningkatan kualitas pelayanan publik yang transparan, akuntabel, dan profesional. Kunci utamanya ada pada sikap dan tindakan petugas kesehatan melalui budaya 5S: Senyum, Sapa, Salam, Sopan, dan Santun. InsyaAllah, dengan teknologi modern dan pelayanan yang humanis, pasien datang dengan cemas dan pulang dengan harapan—bahkan kesembuhan.

Salam Presisi

Salam Sehat

TD

Tinggalkan Balasan