
Catatan Thamrin Dahlan
Bersekolah memang tidak harus terus terusan datang ke tempat belajar sepanjang tahun. Ada saatnya libur bagi anak anak setelah mengikuti ujian akhir semester. Libur bagi anak anak adalah saat yang paling ditunggu tunggu bukan karena mereka jenuh belajar tetapi lebih dari itu liburan sekolah adalah saat bermain dan wisata. Tentu saja pihak berwenang sudah mengatur secara proposional jadwal berapa lama belajar di sekolah dan berapa lama liburan.
Masa masa kecil adalah masa yang paling indah. Bermain bersama teman sebaya di satu lingkungan desa dan juga kota merupakan pengalaman yang tidak akan dilewati begitu saja. Kenangan seperti ini tersimpan di memory permanent dan kelak akan di buka lagi ketika reuni disaat sudah berkerja. Pengalaman berpuasa bagi anak anak adalah suatu perjalanan hidup dan kehidupan yang tak terlupakan karena setiap anak memiliki kenangan pribadi unik.
Oleh karena itu ketika Sandiaga Shalahuddin Uno menyampaikan kebijakan Liburan Ramadhan bagi anak sekolah maka serta merta ide cemerlang itu mendapat sambutan positif. Yes memang perlu Political Will untuk mengatur secara nasional kebijakan liburan sekolah. Seperti juga pada Masa Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dan Sebelum Orde Baru.
Ibadah di bulan Ramadhan selain menahan lapar dan haus selama 14 jam juga memiliki beberapa prosesi dalam menguatkan ketaqwaan. Sebut saja ketika sahur, anak anak dibiasakan bangun tidur menjelang shalat subuh. Ketika sahur membaca niat puasa untuk hari itu kemudian bersama ayah ibu berangkat ke masjid menegakkan shalat subuh berjamaah.
Bertemu teman sekampong, berlari larian di serambi masjid adalah masa masa indah bagi anak anak. Ya tidak perlu bersiap siap ke sekolah karena Bapak Presiden sudah menetapkan selama puasa libur. Inilah saat saat anak anak lebih banyak berada di tempat ibadah paling tidak mereka shalat 5 waktu di baitullah.
Ketika tiba waktu berbuka puasa maka suasana menjadi semakin seru. Semua orang dewasa memiliki pengalaman tersendiri terkait mlototi detik detik jam dinding menjelang azan maghrib. Sementara hidangan pembuka puasa sudah terhidang. Biasanya anak anak lebih suka berbuka puasa di masjid bersebab akhir akhir ini hampir setiap pengurus menyediakan tajil.
Mata ya mata itu semakin semangat melihat sajian cendol, kolak dan segala macam kue termasuk es dalam bermacam rasa telah tersedia. Ya beduk itu telah ditabuh, maka bacalah doa buka puasa. Alangkah nikmat minum dan makan setelah menahan sepanjang hari. Tidak salah apabila Pak Ustazd berkata bahwa salah satu kenikmatan didunia karunia Allah adalah ketika berbuka puasa.
Shalat maghrib, kemudian shalat tarawih. Biasalah anak anak anak anak riuh berdiri berjamaah dibarisan paling belakang. Orang tua terkadang marah tetapi lebih banyak tersenyum melihat generasi pengganti sudah terbiasa ada di baitullah. Inilah pengalaman ramadhan secara utuh dirasakan anak anak sekolahan.
Sekarang Bapak Guru dan Ibu Guru. Ada baiknya sebelum liburan selama sebulan itu anak anak diberi tugas. Tugas sekolah yang tidak berat berat tetapi lebih pada laporan harian anak anak selama bulan puasa. Ada buku khusus sebagai catatan atau agenda ramadhan dimana terdapat kolom kolom catatan shalat 5 waktu serta singkatan ceramah tarawih . Tentu saja sebagai control anak anak di wajibkan minta tanda tangan Pak ustazd.
Pak Guru dan IBu Guru sesuai dengan tempat tinggal mengontrol dalam artian mengawsi anak anak walaupun bukan murid sendiri. Inilah tanggung jawab moral guru dan juga ustaz serta orang tua agar anak anak menulis laporan harian apa saja kegiatan harian mereka.
Nah ada satu pengalaman yang ditunggu tunggu anak anak. Apa itu. Ya menginap di rumah kakek dan nenek. Bisa jadi nenek berada di pedesaan atau menginap di rumah saudara ayah di kota. Alanglah indahnya kehidupan masa kecil diisi suka dan duka kehidupan lingkungan. Anak anak belajar bahwa kehidupan masyarakat tidak selalu indah, kepedulian akan lahir dimasa kecil.
Pesantren ramadhan adalah kegiatan positif diagendakan oleh masjid atau kelompok remaja. Pengetahuan agama lebih diintenskan selama ramadhan. Lapar dan haus memang membuat lemas tetapi ketika anak akan berhimpun bersama maka rasanya waktu magrib tidak terlalu lama.
Jadi intinya puasa adalah mengajarkan kejujuran. Allah SWT menjaga anak anak kita, mereka tidak akan berani berbohong terkait makan dan minum ketika puasa. Anak anak yakin ada yang mengawasi dikala sepi sendiri atau dikala ramai. Subhanallah kejujuran itulah karunia terbesar yang nanti manjadi bekal bermakna dalam perjuangan menghadapi masa depan cemerlang..
Ya, libur sekolah selama ramadhan memberikan pengajaran spiritual kepada anak anak. Walaupun tidak belajar disekolah, namun di alam terkembang anak anak mendapat guru sejati yaitu pengalaman selama bulan ramadhan. Oleh karena itu mari kita dukung Rencana Progresif Bapak Prabowo Subianto dan Sandiaga Shalahuddin Uno.
Anak anak tidak akan menjadi bodoh karena tidak duduk dibangku sekolah selama sebulan. Justru nilai nilai kehidupan yang didapatkan semalam bulan ramadhan melebihi segalanya. Percayalah. Lihat saja nanti ketika Bapak Ibu Guru terharu meneteskan air mata sewaktu satu demi satu murid bergiliran membaca pengalaman rohani selama ramadhan. Allah Akbar.
Menyiapkan generasi taqwa membutuhkan satu Political Will, Kebijakan itu hanya bisa dilakukan oleh Pemimpin mamahami bahwa generasi muda generasi penerus harus diajarkan nilai sejati kehidupan yang bisa didapatkan setiap tahun pada bulan puasa.
Salam Literasi
BHP 230321alaman
YPTD.











