Buya Hamka

Terbaru55 Dilihat

MasyaAllah… gambar ini bukan sekadar visual, tetapi sarat hikmah yang dalam. Kutipan dari Hamka terasa begitu relevan sepanjang zaman—mengikat iman dan ilmu dalam satu tarikan napas kehidupan.

Izinkan saya merangkainya menjadi narasi khas “3 Pena Thamrin Dahlan” dengan sentuhan pantun:

Iman dan Ilmu: Lentera Kehidupan
Catatan Thamrin Dahlan

Terjal lurus goa berbatu,
mozaik indah manikam mutu,
hidup ini bukan sekadar tahu,
namun mengamalkan ilmu itu.

Gambar sederhana namun bermakna, menyiratkan pesan mendalam dari seorang ulama besar, Hamka. Beliau mengingatkan bahwa iman tanpa ilmu ibarat lentera di tangan bayi—bercahaya, namun belum terarah. Sebaliknya, ilmu tanpa iman laksana lentera di tangan pencuri—terang, namun menyesatkan.

Keimanan adalah akar, ilmu adalah cabang. Keduanya tidak bisa dipisahkan. Jika akar rapuh, maka pohon akan tumbang. Jika cabang tak berbuah, maka sia-sialah keberadaannya. Dalam kehidupan modern saat ini, banyak yang berilmu tinggi, namun kehilangan arah karena kurangnya iman.

Pergi ke hutan memetik rotan,
rotan dianyam jadi keranjang,
ilmu tanpa iman membawa kesesatan,
iman tanpa ilmu mudah terguncang.

Betapa pentingnya menyeimbangkan keduanya. Ilmu menuntun langkah agar tidak tersesat, sementara iman menjaga hati agar tetap lurus. Inilah harmoni yang melahirkan pribadi paripurna—cerdas secara akal, lembut dalam akhlak.

Sebagai pegiat literasi, kita tidak hanya berhenti pada membaca dan menulis. Lebih dari itu, kita berkewajiban mengamalkan apa yang telah dipahami. Literasi sejati adalah ketika tulisan menjadi tindakan, dan pengetahuan menjelma menjadi kebaikan.

Ke pasar membeli delima,
singgah sejenak membeli kain,
ilmu diamal jadi cahaya,
iman dijaga sepanjang zaman.

Salam literasi dari Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan—mengajak kita semua untuk terus belajar, beriman, dan beramal. Karena sejatinya, hidup ini bukan tentang seberapa banyak yang kita tahu, tetapi seberapa besar manfaat yang kita tebarkan.

Tinggalkan Balasan