Bertemu Guru dan Kepala Lapangan Pertamina Bajubang

Terbaru69 Dilihat

Murid Mengunjungi Guru
Pegawai Bersilaturahim dengan Kepala Lapangan Pertamina Bajubang
Bandung, Kamis 7 Mei 2026

Bertemu Guru dan Kepala Lapangan Pertamina Bajubang

  • Jalan-jalan ke Kota Bandung
    Singgah sebentar membeli roti
    Silaturahim hati tersambung
    Kenangan lama tetap di hati

Ide ingin berkunjung ke Bapak Djunaidi Guru Sekolah Rakyat (SR) Pertamina Bajubang di Bandung dari Zayarti Zain, Eko Ponimin , Supriyadi dan Sugiri serta teman teman Goup Bajubang Bersatu.

Permbicaaraan akhirnya berkembang ingin juga mengunjungi Bapak Soekadis Kepala Langan Pertamina Jambi tahun  70 an. yang bermukim di Padalarang.

Atas kesepakatan teman teman kunjungan tersebut dilaksanakan Kamis, 7 Mei 2026. Kunjungan pertama ke rumah Bapak Soekadis (92 Tahun)  di Padalarang.

Rombongan berangkat menggunaka1 mobil hiace  sewaan, Sementara beberapa teman seperti Bapak Mas’ud Dohim dan Mas Santoso mengguna kan kendaraan pribadi.

Daftar peserta ke Bandung:

  • 1. Mas Soeprijadi
  • 2. Retno  istri,  Supriyadi
    2. Sugiri
    3. Maudy Sugiri
    4. Frida C. Surono
    5. Zayarti Zain
    6. Mas’ud Dohim (menggunakan kendaraan sendiri)
    7. Uli Rustam
    8. Resti (anak dari Uli Rustam)
    9. Eko Ponimin
    10. Heru Cahyono (menggunakan kendaraan sendiri)
    11. Istri Heru Cahyono
    12. Santoso RA (kendaraan sendiri)
    13. Elly (Istri Santoso RA, kendaraan sendiri)
    14. Doddy (anak Santoso RA, kendaraan sendiri)
    15. Acid Samin (langsung dari Cimahi)
    16. Hendy Marhum (langsung dari Bandung)

Rombongan tiba dirumah Pak Soekadis  pukul 10.00. Ramah tamah saling memperkenalkan diri dan nostalgia dahulu di Pertamina Bajubang. Beiau sangat terharu dikunjungi dan mengucapaikan  terima kasih.

Bersama Bapak Guru

Sebagai ucpat terima kasih atas bimbingan Bapak Kelapa Lapangan,  Mas Eko Ponimin menyerahlan tali asih dari rombongan kepada keluarga.

Setelah itu berpamitan  dan langsung menuju ke Restoran Gedong 55 Cimahi untuk bertemu Pak Guru  Djunaidi (87 Tahun). Tiba sekitar pukul 11.30.

 

Pertemuan  antar Guru dan Murid yang tidak bertemu selama puluhan tahun sungguh sangat mengaharukan. Pak Guru masih mengngat satu persatu murid.

Acara pertemuan dimulai dengan pembukaan oleh Mas Eko Ponimin. Dilanjutkan dengan sambutan Ketua Rombongn Bapak Mas’ud Dohim yang menyampaikan atas pertemuan diacara tersebut.

Mas  Soupriyadi juga menyampaikan kata sambutan dalam pertem uan ini. Intinya menyampaikan terima aksih atas bimbingan Bapak Guru.

Mas Sugiri mewakili teman teman menyerahkan bingkisan sebagai tanda tali asih dan pengormatan. Kemudain lanjut ramah tamah dan makann siang bersama prasmanan masakan sunda.

Sebelum berpisaha diabadikan foto bersama didepan restoran Gedong 55 Cimahi.

Trima kasih kepada Samano Mas’ud Dohim yang telah men fasilitasi konsumsi dan bingkisan, Semoga kegiatan pertemuan ini akan terus berlanjut.

 

Silaturahim adalah energi batin yang menjaga persaudaraan tetap menyala. Pertemuan para sahabat lama keluarga besar Pertamina Bajubang di Bandung menjadi bukti bahwa hubungan guru dan murid, pimpinan dan pegawai, tidak pernah lekang dimakan usia. Waktu boleh berlalu puluhan tahun, namun kenangan tentang pengabdian tetap hidup di relung hati.

Kunjungan penuh hormat itu terasa sangat mengharukan ketika para mantan pegawai datang menemui Kepala Lapangan Pertamina Bajubang pada masanya. Di wajah-wajah sepuh itu tampak senyum bahagia, seakan kembali ke masa ketika semangat kerja, disiplin, dan kebersamaan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari di Tempino, Kenali Asam, dan Bajubang.

Pertemuan berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Tidak ada jarak antara pimpinan dan bawahan. Semua larut dalam nostalgia tentang perumahan dinas, kegiatan olahraga, suka duka lapangan minyak, hingga cerita anak-anak karyawan yang kini telah menjadi orang tua dan kakek nenek. Kenangan masa lalu berubah menjadi perekat silaturahim yang indah.

Di rumah sederhana nan asri di kawasan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, para sahabat mengenang nilai keteladanan seorang pemimpin lapangan. Seorang kepala lapangan bukan sekadar atasan, melainkan guru kehidupan yang mengajarkan disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama pegawai. Nilai itulah yang tetap membekas hingga hari ini.

Pertemuan seperti ini sesungguhnya memiliki makna sosial yang sangat besar. Dalam usia senja, manusia tidak hanya membutuhkan kesehatan jasmani, tetapi juga kebahagiaan batin. Bersua sahabat lama mampu menghadirkan rasa syukur, memperpanjang semangat hidup, dan mempererat tali persaudaraan yang mungkin lama terpisah oleh jarak dan kesibukan.

  • Burung camar terbang melayang
    Hinggap sejenak di pohon jati
    Hormati guru sepanjang sayang
    Jasa beliau terkenang sampai mati

Sebagaimana pepatah lama mengatakan, “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari,” maka keteladanan seorang pemimpin akan terus dikenang oleh anak buahnya. Ketika murid datang mengunjungi guru, ketika pegawai datang menghormati pimpinannya, sesungguhnya yang sedang dirawat adalah adab, budaya hormat, dan nilai kemanusiaan luhur bangsa Indonesia.

 

  • Salam Literasi,
  • Jakarta  10 Mei 2026
  • Sugiri

 

Tinggalkan Balasan