Antara Dua Pilihan

Terbaru, YPTD32 Dilihat

Antara Dua Panggilan Hati

Selasa pagi, 19 Mei 2026, mentari belum sepenuhnya meninggi ketika rombongan sahabat bersiap menuju Pengalengan, Bandung Selatan. Suasana penuh semangat terasa sejak titik kumpul di Kampung Dukuh depan gerbang Kantor Jasa Marga.

Kaos seragam ungu, topi hitam, dan wajah-wajah ceria menjadi tanda sebuah kebersamaan yang telah lama dirancang. Perjalanan olahraga, wisata, silaturahim, dan ulang tahun komunitas Lin Tien Kung itu sejatinya telah saya nantikan sejak jauh hari.

  • Ke Pengalengan udara nyaman,
    Kabut turun perlahan  di pagi hari.
    Maaf dindo hamba berhalangan,
    Takziah dahulu panggilan nurani.

Namun kehidupan sering menghadirkan dua peristiwa dalam waktu yang bersamaan. Di saat sahabat-sahabat bergerak menuju udara sejuk Pengalengan, kabar duka datang mengetuk hati. Telah wafat senior Pusdokkes Polri, Irjen Pol (Purn) Dr. dr. Hadiman, SH, MBA  Selasa dini hari di RS Polri Kramat Jati Jakarta Timur.

Berita itu menghadirkan rasa kehilangan mendalam, terutama bagi kami yang pernah mengenal beliau sebagai sosok senior yang penuh keteladanan, tenang dalam bertugas, serta santun dalam pergaulan.

  • Api unggun menyala terang benderang,
    Tawa sahabatpun menghangatkan rasa.
    Ketika kehidupan silih berganti datang,
    Silih berganti  bahagia dan duka nestapa

Dalam suasana batin seperti itulah saya bersama istri menetapkan langkah menuju rumah duka di Jagakarsa, Jakarta Selatan. Ada panggilan kemanusiaan yang tidak bisa ditunda. Takziah bukan sekadar hadir menyampaikan belasungkawa, melainkan penghormatan terakhir kepada seorang sahabat dan senior yang telah menyelesaikan perjalanan hidupnya.

Di rumah duka, kesedihan bercampur doa. Kalimat Innalillahi wa inna ilaihi raji’un lirih terucap berulang-ulang, mengingatkan bahwa pada akhirnya semua manusia akan kembali kepada Sang Khalik.

Saya memahami betapa hangatnya kebersamaan di Pengalengan hari itu. Tawa dalam perjalanan, senam pagi, api unggun, hingga semangat olahraga Lin Tien Kung tentu akan menjadi kenangan indah bagi seluruh peserta.

  • Burung merpati terbang melayang,
    Hinggap sebentar di dahan pohon jati.
    Silaturahim tetap terbilang sayang,
    Walau raga ini tak bersama hari ini.

Karena itu, dengan segala kerendahan hati saya memohon maaf kepada saudaraku Irjen Pol (P) Prof, Dr. Eko Indra Heri, MM serta seluruh sahabat yang telah menunggu kehadiran saya. Sesungguhnya hati ini ingin tetap bergabung, sebab segala persiapan telah dilakukan. Akan tetapi, takdir membawa langkah saya ke tempat berbeda pada hari yang sama.

Beginilah hidup mengajarkan keseimbangan rasa. Di satu tempat orang berkumpul merayakan kesehatan dan persaudaraan, di tempat lain keluarga melepas kepergian orang tercinta. Ada kegembiraan, ada pula duka cita.

Semua berjalan berdampingan sebagai warna kehidupan manusia. Dan pada akhirnya, pilihan untuk hadir di rumah duka adalah ikhtiar menjaga nilai penghormatan, persaudaraan, dan kemanusiaan yang selama ini kami junjung bersama.

Semoga perjalanan sahabat-sahabat Lin Tien Kung di Pengalengan berlangsung lancar, penuh keceriaan, sehat, dan membawa keberkahan.

Sementara untuk Almarhum Irjen Pol (Purn) Dr. dr. Hadiman, SH, MBA  semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah beliau, mengampuni segala khilafnya, menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Allah SWT, serta memberikan ketabahan bagi keluarga yang ditinggalkan. Aamiin Ya Rabbal Alamiin.

  • Salamsalaman
  • BHP, 19 Mei 206
  • Thamrin Dahlan

Tinggalkan Balasan