In Memoriam Irjen Pol Dr. dr. Farid Amansyah, Sp. PD, FINASIM

Terbaru, YPTD61 Dilihat

Im Memoriam Irjen Pol Dr. dr. Farid Amansyah, Sp. PD, FINASIM

Lahir di Makassar  9 Januari 1970. Wafat di RS Polri Kramat Jati, Jakarta,  9 Mei 2026 dalam usia 56

Insha Allah Wafat dalam Keadaan Husnul Khatimah,

Doa Untuk Almarhum semoga seluruh amal bhakti di dunia  di ridhoi Allah SWT.  Diampuni segala dosanya.  Inilah Ungkapan bela –  sungkawa para pelayat, Teriring doa agar Almarhum diterima amal sholeh dan mendapat tempat terbaik di sisi-Allah SWT,

Aamiin ya Rabbal ‘Alamin

Kapusdokkes Polri Menyampaikan Sambutan di Upacara Kedinasan Taman Makam Kehormatan Polri Cikeas
Langit duka menyelimuti keluarga besar Pusdokkes Polri ketika kabar wafatnya Brijen Pol Dr. dr Farid Amansyah Sp PD, Finasim datang begitu tiba-tiba. Tidak seorang pun menyangka, sosok dokter senior yang dikenal sehat, disiplin, santun, dan penuh semangat pengabdian itu akan pergi secepat itu.
Bahkan pada Jumat pagi, 8 Mei 2026, Almarhum masih mengikuti olahraga bersama jajaran pejabat utama Pusdokkes Polri. Seusai melaksanakan Shalat Jumat di Mabes Polri, beliau masih berbincang hangat di ruang kerja Kapusdokkes membahas persiapan Rakernis. Tidak ada firasat, tidak ada tanda-tanda, bahwa beberapa jam kemudian beliau akan dipanggil menghadap Allah SWT untuk selama-lamanya.

Keluarga Menabur Bunga

Malam itu, laporan dari Karumkit Bhayangkara Tk I Irjen Pol. dr. Prima Heru Yulihartono, M.Kes., M.H diterima Kaposdokkes dengan penuh kecemasan. Tim medis telah melakukan tindakan maksimal untuk menyelamatkan Brigjen Pol Dr dr. Farid Amansyah Sp PD, Finasim.

Kapusdokkes Polri IrjenPolDrdrAsep Hendradiana, Sp.An-TI., Subsp.IC(K)., M.Kes.merasakan duka yang begitu mendalam. Komunitas Dokkes Polri seakan kehilangan cahaya keteladanan.

Penghormatan Terakhir Kapusdokkes Polri

Namun kehendak Allah SWT berkata lain. Tepat pukul 23.15 WIB, Jumat malam 8 Mei 2026, Sespusdokkes Polri itu dinyatakan wafat. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Kabar itu sontak mengguncang hati seluruh jajaran Polri, terutama mereka yang selama ini mengenal kedalaman ilmu, keluasan hati, dan ketulusan pengabdian Almarhum.

Dalam suasana penuh haru, Kapusdokkes Polri segera melaporkan kabar duka tersebut kepada Kapolri. Atas jasa dan pengabdian Almarhum yang luar biasa, khususnya dalam penanganan pandemi Covid-19 di seluruh Polda se-Indonesia, Kepolisian Negara Republik Indonesia memberikan penghargaan kenaikan pangkat anumerta kepada almarhum menjadi Irjen Pol Dr. dr. Farid Amansyah, Sp.PD, FINASIM.

Brigjen Pol Dr dr Farid Amansyah Sp. PD Finasim Menyampaikan Kata Sambutan Pada Ulang Tahun P2KP

Penghargaan itu bukan sekadar simbol kehormatan, melainkan pengakuan atas dedikasi tanpa batas seorang dokter Bhayangkara yang mengabdikan hidupnya demi kemanusiaan dan institusi.

Rasa kehilangan itu masih sangat terasa ketika saya bersilaturahim dengan Kapusdokkes Polri pada Senin, 18 Mei 2026. Kami semula membahas proses penerbitan buku Kedokteran Lalu Lintas karya BJPP dr. Pamudji Santoso, M.Kes.

Bersama Dr Farid di acara P2KP, Senyum Cerah Uda

Namun di sela percakapan, nuansa duka begitu kuat terasa. Mata yang tampak tegar sesungguhnya menyimpan kesedihan mendalam. Kapusdokkes mengenang Almarhum sebagai sosok intelektual yang rendah hati, agamis, dan sangat santun. Seorang pemimpin yang memiliki attitude luar biasa, sehingga mampu menghadapi setiap tantangan tugas dengan tenang, bijaksana, dan sukses.

Pemakaman Almarhum dilaksanakan di Taman Makam Kehormatan Polri Sabtu, 9 Mei 2026. Prosesi berlangsung khidmat dan penuh penghormatan. Hadir jajaran pejabat utama Polri, keluarga besar Pusdokkes Polri, sahabat, serta kerabat yang datang mengiringi kepergian almarhum dengan doa dan air mata.

Bersama Bapak Brigjen Pol (P) dr Soerjono SKM Menghadiri Upacara Pemakaman

Upacara kedinasan  digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada seorang perwira terbaik Polri. Dalam amanatnya sebagai Inspektur Upacara, Kapusdokkes Polri menyampaikan bela sungkawa yang sangat mendalam. Polri telah kehilangan seorang perwira penuh dedikasi, seorang intelektual yang agamis dan santun, yang selalu mampu menghadirkan keteduhan dalam setiap tugas dan pengabdian.

Dari pihak keluarga, Bapak Andi Mattalatta (Mantan Menteri Hukum dan HAM ) menyampaikan kesaksian yang begitu menyentuh hati. Menurut beliau, hidup dan kehidupan Almarhum ibarat jangkar bagi keluarga besar maupun banyak orang. Sosok yang memiliki hubungan sangat luas, mudah bergaul dengan siapa saja, dan selalu menjadi tempat bertanya serta bersilaturahim.

Bersama Istri Ketika Pelantikan Sebagai Direktur Paska Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional 2022

Almarhum hadir bukan hanya sebagai dokter atau pejabat Polri, tetapi juga sebagai sahabat, saudara, dan penuntun bagi banyak orang. Karena itulah, hampir setiap pelayat yang datang maupun ucapan yang mengalir di media sosial selalu meninggalkan kesan yang sama: Almarhum adalah pribadi baik, bahkan sangat baik.

Kepergian dr Farid Amansyah meninggalkan luka yang dalam, tetapi juga jejak keteladanan yang akan terus hidup dalam ingatan banyak orang. Pengabdian, kecerdasan, kesantunan, dan keikhlasan beliau menjadi warisan moral yang tidak ternilai.

Bersama Jajaran Polri

Di mata rekan kerja, beliau adalah pemimpin yang menenangkan. Di mata keluarga, beliau adalah tempat bersandar. Dan di mata sahabat, beliau adalah pribadi yang selalu menghadirkan kebaikan. Kini beliau telah pergi menghadap Sang Khalik, namun nama dan amal baktinya akan tetap abadi dalam doa dan kenangan. Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Secara pribadi saya mengenal dr Farid Amansyah tahun 2012 di Bandung.. Ketika itu Paguyuban Purnawirawan Kesehatan Polri (P2KP) mengadakan Musyawarah menyusun Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga.

Terus terang saya terkesan tentang kecerdasan Dr Farid ketika itu menjabat sebagai Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih. Pertemau selanjutnya ketika Almarhum menjabat Sebagai Kepala Bagian Pelayanan Kesehatan Psdokkes Polri. Sukses sebagai Ketua Tm Penanggulanan Pandemi Covid di seluruh Polda  sehinnga Pusdokkes mendapat penghargaan dari Kapolri

Bersama Keluarga

Ketika saya akan menerbitkan buku 70 Tahun Thamrin Dahlan Rekam Jejak Literasi YPTD (1922)  serta merta Dr Farid menulis 5 halaman bersama 70 penulis lainnya. Judl tulisan Uda Thamrin Inspiratif. Inilah kesan indah bahwa seorang sejawat dokter mampu menulis begitu baik.  Sangat membanggakan seagai bukti kecerdasan inteltual. Tulisan Adinda Abadi Puang Farid terekam dan tersimpan di Perpustakaan nasional .

Ketika menjabat sebagai Direktur Pasca Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN) Brigjen Pol dr Farid Amansyah scara khusus mengundang saya ke kantornya. Nostalgia, disinilah saya pernah bertugas tahun 2007-2009 sebagai Dir Paska Rehab Pertama di era Kepemimpinan Komjend Pol Drs. Gorie Mere.  Sungguh adab nan mulia menghormati para senior.

Bebrtapa kali kami berjumpa di acara Paguyuban Pensiunan Kesehatan Polri (P2KP) . Terakhir saya sungguh terharu ketika menyampaikan Sambutan di Acara Halal Bihalal P2KP 2026 Dr Farid menyapa saya dalam bentuk Pantun. Terima kasih banyak Adinda. Almarhum selalu menyapa dengan panggilan Uda

 

Bela Sungkawa Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan Untuk Pegiat Literasi

 

Komunikasi dengan Kombes Pol dr Fajar Amansyah Kabiddokkes Polda Jogya: Adik Kandung Almarhum

[19.31, 12/5/2026] thamrindahlan: Saya bersaksi Almarhum Dr, Farid Amansyah orang baik. Intelektual agamais santun penuh perhatian kepada siapa saja. Kita kehilangan sosok Anggota Polri teladan.
[19.44, 12/5/2026] Fajar Amansyah:
Masyaa Allah Komandan
Alhamdulillah literasi yg sangat mencerahkan.
Semoga Allah memberikan rahmat dan maghfirah pada kakanda dan kita sekeluarga.
Sehat selalu Komandan
Dan teruslah tulisan Komandan menjadi pelita di dunia yang makin gelap ini

[19.45, 12/5/2026] Fajar Amansyah: In syaa Allah mohon doa dan bimbingan Komandan dengan memohon rahmat dan hidayah Allah, adinda akan meneruskan setiap langkah perjuangan dan cita2 perjuang beliau di bidang Kedokteran kepolisian, Pendidikan dan Dakwah.
In syaa Allah…
Aamiin yaa Rabbanaa
[20.10, 12/5/2026] thamrindahlan: Teruslah dr Fajar Amansyah berjuang . Selalu luruskan niat semata berharap redha Allah SWT ketika melaksanakan tugas. Almarhum menjadi contoh teladan dan telah membuktikan hidup dan kehidupannya untuk dunia akherat. Salam Takziem
[20.20, 12/5/2026] Fajar Amansyah: Siap Komandan
Maturnuwun sanget,
In syaa Allah
Kami laksanakan amanah
Semoga Allah memberkahi dan melindungi kita sekeluarga.
Aamin Yaa Rabbal Aalamiin
Salam Takziem

 

  • Salam Takziem
  • BHP, 14 Mei 2026
  • Thamrin Dahlan

 

 

Tinggalkan Balasan