Gulai Tunjang Lemak Nian

Terbaru, YPTD46 Dilihat

Gulai Tunjang Lemak Nian

Selasa siang, 12 Mei 2026, suasana hangat penuh kekeluargaan terasa di Perumahan Bumi Harapan Permai, Jakarta Timur. Tiga sahabat lama, Mas’ud, Sugiri, dan Thamrin, duduk satu meja menikmati hidangan gulai tunjang yang menggugah selera.

Percakapan mengalir santai, diselingi tawa kecil dan cerita masa lalu yang tak pernah habis dikenang. Aroma gulai khas Minang seakan menjadi jembatan yang menghubungkan kembali kenangan puluhan tahun silam.

Berfoto bersama di Perputakaan Rumah Penerbit YPTD 

Pertemuan sederhana itu bukan sekadar makan siang biasa. Ada nostalgia yang hidup ketika ketiganya kembali menyebut nama Bajubang, Tempino, dan Kenali Asam—kawasan yang menjadi bagian penting perjalanan hidup anak-anak keluarga Pertamina Jambi.

Masa kecil yang diwarnai kebersamaan, bermain di kompleks, sekolah bersama, hingga menyaksikan denyut kehidupan ladang minyak, kini hadir kembali dalam obrolan penuh makna.

Nostalgia Budak Pertamina Bajubang Tempino Kenali Asam, mengenang  cerito lamo

  • Pergi ke ladang memetik kemumu,
    Singgah sebentar ada yang dibeli.
    Sahabat lama kembali kita bertemu,
    Kenangan indah terkenang kembali

Di sela santap siang, kenangan demi kenangan bermunculan. Tentang jalan-jalan kecil yang dulu ramai dilalui sepeda, tentang suara sirene dan aktivitas perminyakan, juga tentang persahabatan yang tetap terjaga walau waktu telah membawa masing-masing menjalani perjalanan hidup berbeda. Ternyata usia tidak pernah mampu menghapus jejak persaudaraan yang dibangun sejak muda.

  • Kalau tuan pergi ke kota Jambi,
    Jangan lupa singgah ke Tempino.
    Silaturahim pengikat hati ke hati,
    Persahabatan kekal sejarah kuno.

Rumah yang menjadi tempat berkumpul siang itu terasa hidup oleh energi persahabatan lama. Rak buku, foto keluarga, dan suasana akrab menjadi saksi bahwa silaturahim selalu menemukan jalannya.

Tidak diperlukan acara mewah untuk menghadirkan kebahagiaan; cukup duduk bersama, menikmati makanan kampung halaman, dan mengenang masa lalu dengan hati yang tulus.

Pertemuan Budak Bajubang Tempino Kenali Asam itu menjadi pengingat indah bahwa persahabatan sejati akan tetap bertahan melintasi zaman.

Gulai tunjang siang itu bukan hanya hidangan lezat, melainkan simbol kebersamaan, kenangan, dan rasa syukur karena masih diberi kesempatan berkumpul dalam sehat dan bahagia. Sebuah silaturahim sederhana, namun penuh makna mendalam.

Terima kasih Samando Mas’ud Dohim atas hdiah Foto berbingkai rancak untuk Adinda Erlinda Busri.  Itulah foto kenaagan ketika kita halal bihalal di Resto Sea Food Kali Malang, .

Masakan Tuan rumah Ibu Enida Busri asli Solok Sumatera Barat sungguh membuat goyang lidah. Orang Jambi lebih senang mengatakan Lemak Nian. Nikmat mana lagi nan dikau dustakan.

  • Salam Budak Jambi
  • BHP. 13 Mei 2026
  • Thamrin Dahlan

 

 

 

Tinggalkan Balasan