DISKUSI MEMBAHAS PENERBITAN BUKU MENGABDI TANPA BATAS JABAT
Silaturahmi selalu menghadirkan energi positif. Secangkir kopi yang mengepul hangat di atas meja ternyata mampu menjadi saksi lahirnya gagasan-gagasan besar. Demikian suasana penuh keakraban ketika kami berkumpul di Resto Kopi Edwin Green Terrace Taman Mini Jaktim.
Diskusi fokus membahas penerbitan buku. Tidak sekadar bertemu, tetapi menyatukan niat agar setiap pengalaman dan pengetahuan dapat diwariskan dalam bentuk karya tulis yang bermanfaat.
Silatuirahmi atau lebih tepatnya diskusi dalam rangka penerbitan buku Mengabdi Tanpa Batas Jabatan. Buku ini disusun sedemikian rupa merupakan kegiatan Irjen Pol (P) Prof. Dr. Eko Indra Heri, MH setelah purna.
Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD) mendapat kepercayaan menerbitkan buku ber validasi ISBN. Buku sebagian besar ditulis Kombes Pol (P) Thamrin Dahlan, M.Si kebetulan sahabat sesama Purnawirawan dan tetangga Prof Eko yang mengikuti kegiatan.
Disamping itu kegiatan lain di tulis sendiri oleh Prof dibantu Letkol Al (P) Dr. Nani Kusmiyati M.Pd sekali gus bertindak sebagai Editor. ISBN akan di ajukan oleh Ananda Amalia Mufhlihat ke Perpustakaan Nasional. Mas Sumardi Admin YPTD merangkum Anjangsana Pak Eko dan keluarga ke Luar Negeri dari sumber video dan foto .
Alhamdulillah sembari menikmati menu makanan dan minuman asli Aceh kami mendiskusikan proses penulisan dan editing buku . InshaAllah di sepakati Buku akan selesai pertengahan Juli 2026. l
Senanjutnya buku dicetak. Rencana diselenggarakan Bedah Buku bersama Buku Biografi Dr Nani Kusmiati dan Buku Bunga Rampai Literasi karya Thamrin Dahlan. Bisa jadi inilah hadiah istimewa Ulang Tahun Penerbit YPTD ke – 6 pada tanggal 19 Agustus 2026.
Ke Green Terrace menikmati kopi,
Duduk bersama penuh ceria.
Silaturahmi menguatkan hati,
Menerbitkan buku menjadi karya.
Buku adalah jejak peradaban. Usia manusia boleh terbatas, tetapi tulisan mampu melampaui ruang dan waktu. Dalam diskusi yang berlangsung santai namun berbobot, setiap peserta menyampaikan pandangan, berbagi pengalaman, dan saling melengkapi. Tida rus.

Suasana kekeluargaan semakin terasa ketika ide-ide mengalir tanpa sekat. Sesekali canda mengundang tawa, namun pembicaraan tetap fokus pada langkah nyata: bagaimana sebuah naskah disiapkan, diedit, diterbitkan, hingga akhirnya sampai ke tangan pembaca. Benarlah pepatah, satu meja mampu melahirkan seribu inspirasi apabila dihiasi niat baik dan semangat berbagi.
Burung merpati terbang melayang,
Hinggap sebentar di pohon jati.
Ilmu ditulis sepanjang zaman,
Manfaatnya hidup di setiap hati.
Bagi Yayasan Pustaka Thamrin Dahlan (YPTD), setiap buku bukan hanya kumpulan kata-kata, melainkan sedekah ilmu yang pahalanya terus mengalir. Menulis berarti mengabadikan pengalaman, sementara menerbitkan berarti membuka jalan agar manfaat itu menjangkau lebih banyak orang. Semoga silaturahmi ini menjadi awal lahirnya karya-karya baru yang memperkaya khazanah literasi Indonesia.
Terima kasih kepada seluruh sahabat yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam pertemuan penuh makna ini. Semoga Allah SWT memberkahi setiap langkah, memudahkan proses penerbitan buku, serta menjadikan setiap huruf yang ditulis sebagai amal jariyah yang terus mengalir. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamiin.
Salam Literasi.
Salam YPTD.
Menulis itu Ibadah, Membukukan adalah Peradaban.










