Adab Bersin dan Menguap
Bersin dan menguap adalah perkara sederhana yang setiap hari dialami manusia. Namun bagi seorang Muslim, perkara sederhana pun dapat menjadi ladang pahala apabila dilakukan dengan mengikuti tuntunan Rasulullah ﷺ. Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda,
“Sesungguhnya Allah menyukai bersin dan membenci menguap.”
Ketika seseorang bersin lalu mengucapkan Alhamdulillah, Muslim yang mendengarnya dianjurkan menjawab Yarhamukallah, kemudian orang yang bersin menjawab Yahdikumullah wa yushlihu balakum.
Hadis ini diriwayatkan dalam Sahih al-Bukhari no. 6223.
Mengapa bersin dikaitkan dengan pujian kepada Allah? Bersin mengingatkan manusia bahwa kesehatan, kehidupan dan kemampuan bernapas semuanya merupakan nikmat Allah. Maka ucapan Alhamdulillah bukan sekadar kebiasaan di lisan, melainkan bentuk syukur atas nikmat-Nya.

Allah berfirman dalam QS. Ibrahim ayat 7,
“Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.”
Dari bersin saja kita diajarkan satu adab penting: nikmat hendaknya dibalas dengan syukur. Syukur tidak selalu berupa sesuatu yang besar; terkadang cukup dengan kalimat sederhana yang keluar dari hati.
Adapun menguap, Rasulullah ﷺ mengajarkan agar seorang Muslim berusaha menahannya sebisa mungkin. Dalam riwayat Sahih al-Bukhari disebutkan bahwa menguap berasal dari setan dan ketika menguap hendaknya berusaha menahannya.
Dalam hadis lain, Nabi ﷺ juga mengajarkan agar seseorang menutup mulutnya ketika menguap. Pesan yang dapat kita ambil bukanlah bahwa setiap menguap merupakan dosa, sebab menguap adalah bagian dari kondisi tubuh manusia. Yang ditekankan adalah adab, pengendalian diri dan menjaga kesopanan, terutama ketika sedang berada dalam majelis, beribadah atau berhadapan dengan orang lain.
Lebih luas lagi, ajaran tentang bersin dan menguap memperlihatkan betapa Islam sangat memperhatikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari. Bahkan perkara kecil yang tampak sepele diberikan tuntunannya.
Al-Qur’an mengingatkan dalam QS. Al-Hujurat ayat 12 agar orang beriman menjauhi prasangka, tidak mencari-cari kesalahan dan tidak menggunjing sesama.
Artinya, seorang Muslim bukan hanya menjaga hubungan dengan Allah melalui ibadah, tetapi juga menjaga hubungan dengan sesama manusia melalui ucapan, sikap dan perilaku. Adab kecil yang dilakukan terus-menerus dapat membentuk akhlak besar.
Pada akhirnya, bersin mengajarkan syukur, sementara menguap mengajarkan pengendalian diri. Keduanya menjadi pengingat bahwa kehidupan seorang Muslim sebaiknya selalu dihiasi zikir, adab dan kesadaran kepada Allah.
Dari pendekatan kesehatan, bersin adalah mekanisme pertahanan alami tubuh untuk membersihkan saluran pernapasan dari kuman dan benda asing. Refleks otomatis ini bekerja seperti tombol reset untuk menjaga paru-paru dan rongga hidung tetap bersih
Jangan meremehkan kebaikan yang kecil, karena boleh jadi kalimat Alhamdulillah, doa Yarhamukallah, atau menahan diri dari perilaku yang kurang pantas menjadi sebab bertambahnya kebaikan di sisi Allah.
Semoga kita termasuk hamba yang mampu menjadikan tuntunan Rasulullah ﷺ sebagai adab dalam kehidupan sehari-hari. Salam Takziem.
Taklim Habib Alwi Alaydrus
Senin Bada Subuh, 31 Agustus 2026
18 Rabbiul Awal 1448 Hijriah
Mushola Nurul Islam
Kampong Bojong Kp. Rambutan Jaktim









