
*Mudik Satu*
Thamrin Dahlan
_Berenang mengapung belajar di sekolah_
_Belajar langsung pelatih pilihan_
_Tinggalkan kampung niatkan hijrah_
_Rindu kampung mudiklah kawan_
Mungkin lebih tepat pulang kampung. Sebenarnya 2 tahun lalu sudah mudik. Namun kali ini kami sekeluarga mencoba jalan darat. Ingin pula merasakan sensasi kinerja Presiden Jokowi ketika berkendara di jalan tol Lampung – Palembang.
Selasa 14 September 2021 Pukul 21.00 berangkat dari kediaman. Sebelumnya menyelesaikan beberapa urusan seperti test antigen, mengatur jadwal mengajar serta membereskan administrasi Penerbit Yayasan Pusaka Thamrin Dahlan (YPTD).
Perjalan Jakarta menuju Merak ditempuh selama 2 Jam. Singgah sejenak di rest area untuk memesan tiket ferry. Segala serba online (no cash). Tambahan lagi proses pemesanan tiket diwajibkan menyertakan status vaksinasi calon penumpang.
Pukul 23.45 kami naik ferry expres. Tidak terlalu banyak malam itu warga akan melintas ke pulau sumatra. Ferry tampak lengang dibanding masa masa mudik. Bebas memilih tempat di ruang istirahat sementara terdengar beberapa pengumuan dari kru ferry.
Kalau boleh membandingkan kualitas pelayanan ferry saat ini dengan perjalanan mudik 10 tahun lalu maka fakta satu kata luarbiasa. Inilah kemajuan pelayanan publik yang patut disyukuri ketika pemerintah serius membenahi infra stuktur sehingga rakyat menikmati suasana aman dan nyaman.
Ferry bersih, tampak pramugari tampil di televisi terus menerus menyapa panumpang menjelaskan beberapa perihal terkait sistem pemesanan tiket on line. Tampak pula peragaan bagaimana menyelamatkan diri kerika terjadi kecelakaan feery tenggelam atau kebakaran.
Layaknya di pesawat terbang penyampaian informasi tersebut menunjukkan telah terjadi perubahan siqnifikan. Awak melihat di bawah setiap kursi tersimpan jaket pengaman berwarna merah. Ferry ekpres hanya memerlukan watu 80 menit merapat di dermaga Bakahuni.
Wahai Pulau Andalas izin kami bertandang.
Bersambung …..
Salam Literasi
Tempino Jambi, 160921
YPTD









