Adab Menjenguk Sahabat Sakit
Senin, 28 September 2026 — Mushola Nurul Islam, Kampung Bojong, Rambutan, Jakarta Timur
Menjenguk sahabat sakit bukan sekadar tradisi sosial, tetapi merupakan bagian dari hak seorang Muslim terhadap saudaranya. Dalam Kitab Riyadhus Shalihin, Kitab VII tentang Menjenguk Sahabat Sakit, disebutkan hadis Abu Hurairah r.a. bahwa Rasulullah ﷺ menjelaskan beberapa hak seorang Muslim atas Muslim lainnya, antara lain
- menjawab salam,
- menjenguk orang sakit,
- mengiringi jenazah,
- memenuhi undangan,
- mendoakan orang yang bersin.
Artinya, ketika kita melangkahkan kaki menuju rumah atau tempat seorang saudara yang sedang sakit, sesungguhnya kita sedang menjalankan tuntunan Rasulullah ﷺ.
Menjenguk Sahabat sakit mengandung nilai kemanusiaan yang sangat tinggi. Orang yang sedang sakit sering kali tidak hanya membutuhkan obat, tetapi juga membutuhkan perhatian, doa, dan kehadiran orang-orang yang menyayanginya. Kehadiran kita walaupun hanya sebentar dapat memberikan kekuatan batin. Karena itu, menjenguk hendaknya dilakukan dengan adab: mengucapkan salam, berbicara dengan lembut, tidak berlama-lama apabila keadaan pasien membutuhkan istirahat, serta memberikan doa dan harapan yang baik.
Dalam hadis qudsi yang diriwayatkan Muslim, Allah SWT menggambarkan begitu tingginya kedudukan menjenguk orang sakit. Pada hari kiamat Allah bertanya kepada seorang hamba, “Wahai anak Adam, Aku sakit tetapi engkau tidak menjenguk-Ku.” Ketika hamba bertanya bagaimana mungkin Allah sakit, dijelaskan bahwa ada seorang hamba Allah yang sakit dan apabila ia menjenguknya, ia akan mendapati pahala dan rahmat Allah di sisi orang tersebut. Pesannya sangat dalam: kepedulian kepada orang yang sedang sakit merupakan jalan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Menjenguk Sahabat sakit juga merupakan latihan mengikis sifat individualistis. Ketika sehat, seseorang mungkin sibuk dengan urusan dirinya sendiri. Namun ketika melihat saudara terbaring lemah, kita diingatkan bahwa kesehatan adalah nikmat yang tidak selamanya dimiliki. Hari ini kita menjenguk, mungkin suatu saat kita yang dijenguk. Karena itu, budaya saling mengunjungi, saling mendoakan dan saling menguatkan merupakan bentuk nyata ukhuwah Islamiyah sekaligus budaya Indonesia yang menjunjung tinggi gotong royong dan silaturahim.
Tausiah ini mengajak kita menjadikan menjenguk orang sakit sebagai ibadah yang menghadirkan kasih sayang. Tidak harus membawa sesuatu yang mahal; terkadang salam, senyum, genggaman tangan, dan doa yang tulus jauh lebih berarti. Semoga setiap langkah menuju rumah orang sakit dicatat sebagai amal kebaikan, setiap doa menjadi penguat bagi yang sakit, dan setiap silaturahim menjadi sebab turunnya rahmat Allah SWT.
Semoga Allah memberikan kesembuhan kepada saudara-saudara kita yang sedang sakit dan menganugerahkan kepada kita kesehatan, umur yang berkah, serta hati yang senantiasa peduli kepada sesama. Aamiin Ya Rabbal Alamiin
- Salam Takziem
- YPTD 29 September 2026
- TD.







