Rezeki Sambung Menyambung

Terbaru, YPTD9 Dilihat

Rezeki Sambung Menyambung

Kisah Nyata Barokah Silaturahmi

 Ahad 6 September 2026 / 24 Rabbiul Awwal 1448 Hirjiah

Wajah Mas Bewok Tertutup

InsyaAllah. Pagi itu niatnya sederhana: menepati janji sarapan kupat sayur di kedai Mbak Amrih. Ternyata kupat sayur memang hebat. Ia bukan hanya mengenyangkan perut, tetapi bisa mengenyangkan silaturahmi. Dari semangkuk kupat sayur, obrolan berkembang ke mana-mana. Tentang gudang, barang bekas, kardus, televisi, sampai urusan IT, desain dan literasi. Begitulah kehidupan kampung kota. Kadang rapat paling produktif justru tidak berlangsung di ruang ber-AC, melainkan di warung sambil menyendok kuah santan.

  • Pergi pagi membeli ketupat,
    Singgah sebentar di kedai Amrih.
    Barang bekas jangan dianggap tamat,
    Bisa jadi rezeki penuh berkah dan kasih.

Di situlah hadir Mas Bewok, pemulung yang jangan dipandang sebelah mata. Profesi pemulung ternyata memiliki ilmu ekonomi tersendiri: apa yang bagi seseorang sudah tidak berguna, bagi orang lain bisa menjadi sumber rezeki. Mas Bewok siap mengambil sekaligus membeli barang bekas. Kecil boleh, besar apalagi. Kardus, besi, televisi, perabotan, sampai rongsokan mobil bekas pun siap ditangani. Jadi jangan buru-buru mengatakan,

“Ah, itu barang sampah!”

Bisa jadi Mas Bewok menjawab,

“Bukan sampah, Bang. Itu rezeki saya.”

Bang Rudi pun mendapat jalan keluar. Kardus dan kotak-kotak besar yang memenuhi rumah akhirnya ada yang menampung. Rumah menjadi lega, barang berpindah tangan, Mas Bewok mendapatkan penghasilan. Mbak Amrih pun senang karena gudangnya berangsur rapi. Satu barang bisa mempunyai tiga cerita: bagi pemiliknya sudah tidak diperlukan, bagi Mas Bewok menjadi komoditas, dan bagi lingkungan berarti berkurangnya barang yang berpotensi menjadi sampah. Inilah ekonomi sirkular versi rakyat jelata—tidak perlu seminar, tidak perlu presentasi PowerPoint. Cukup ada barang, ada kebutuhan, dan ada orang yang mau bekerja.

Yang menarik, kedai Mbak Amrih di Jalan Bumi Pratama VIII, Perumahan Bumi Harapan Permai, Kelurahan Dukuh, bukan lagi sekadar kedai kupat sayur. Ia sudah menjadi third space—ruang ketiga tempat orang bertemu setelah rumah dan tempat kerja. Di sana orang makan, bercanda, bertukar informasi, mencari solusi dan membuka jejaring. Awak sendiri mendapatkan kenalan baru yang satu frekuensi dalam IT, desain dan literasi. Ternyata rezeki itu bukan hanya uang. Teman baru juga rezeki. Ilmu baru juga rezeki. Kesempatan berbuat baik juga rezeki. Bahkan menemukan orang yang tepat untuk mengangkut barang bekas pun rezeki.

  • Kardus besar dibawa Bewok,
    Rongsokan mobil pun siap ditata.
    Silaturahmi janganlah bosan diketok,
    Sebab rezeki datang melalui sesama.

Maka pantaslah kita mengucapkan Alhamdulillah. Silaturahmi yang diniatkan baik sering kali menghasilkan kejutan yang baik pula. Allah SWT mempertemukan orang dengan kebutuhan dan orang yang memiliki kemampuan. Barang yang dianggap tidak berguna menemukan pemilik baru. Rumah dan gudang menjadi bersih. Mas Bewok mendapatkan pekerjaan. Bang Rudi mendapatkan solusi. Mbak Amrih mendapatkan kerapian dan dagangan laris. Awak mendapatkan jejaring.

Semuanya kebagian manfaat. Kalau begini, jangan heran kalau suatu hari ada yang berkata:

“Mas, kapan kita sarapan kupat sayur lagi?”

Sebab bisa jadi dari semangkuk kupat sayur berikutnya, lahir lagi pintu rezeki yang baru.

Rezeki Sambung Menyambung

  • BHP, 6 September 2026
  • Salam sehat walafiat.
  • Salam silaturahmi.
  • Salam literasi.
  • TD & AI

Tinggalkan Balasan

News Feed