Maulid Nabi di Masjid Asrama Polisi

 

Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ An Nur Asrama Polisi

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Jami’ An Nur, Asrama Polisi Komseko, yang bersebelahan dengan Polsek Ciracas, Jakarta Timur, diselenggarakan pada Kamis, 2 Jumadil Awal 1447 H. Sejak selepas shalat Maghrib, jamaah dari Asrama Polri dan warga sekitar telah memenuhi baitullah dengan penuh khidmat.

Usai Shalat Maghrib, Ustadz Fadil Bastaman bersama Hadroh Rebana Remaja Masjid memimpin pembacaan Rawi Rasulullah SAW. Suasana kian syahdu ketika seluruh jamaah berdiri, bershalawat dan mendengarkan kisah kehidupan Rasulullah yang penuh cahaya dan teladan.

Acara berlanjut dengan pemberian santunan kepada anak yatim. Ustadz Sudarko selaku pembawa acara mempersilakan perwakilan anak-anak yatim menerima santunan dalam program rutin bulanan untuk 40 anak yatim yang bermukim di RW 05, Kelurahan Rambutan, Jakarta Timur.

Penyerahan dilakukan oleh Pembina Masjid Jami’ An Nur, Kombes Pol (Purn) H. Thamrin Dahlan, didampingi Ketua Masjid, Ustadz Dr. Arif Santosa, yang berpesan agar putra-putri Asrama Polri semakin giat belajar dan berbakti kepada orang tua.

Tausyiah Ustadz KH. Julian Habibi, M,Pd menguraikan tentang kemuliaan akhlak Rasulullah SAW. Beliau menegaskan pentingnya bagi umat Islam untuk senantiasa istiqamah meneladani Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari melalui pengamalan sunnah-sunnah beliau.

“Jangan sampai kita terputus dari bershalawat,” pesan beliau.

Allahuma Syali Ala Syaidinna Muhammad Wa ala ali Syaidinna Muahmmad

Tepat pukul 19.03 WIB, azan Isya berkumandang. Jamaah memenuhi ruang utama masjid untuk shalat berjamaah, sementara jamaah wanita dan remaja putri menempati bagian belakang masjid. Seusai shalat, jamaah saling bersalaman dan menikmati makan malam bersama dalam suasana penuh keakraban dan keberkahan.

Alhamdulillah, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berjalan lancar dan penuh barokah.

Masjid Jami’ An Nur berdiri sejak tahun 1962, berlokasi di Jalan Raya Bogor Km 21, Jakarta Timur. Masjid ini memiliki motto:

“Shalat fardhu seramai shalat Jumat.”
Syukur alhamdulillah, semangat itu kini telah terwujud.

Keistimewaan Masjid Jami’ An Nur tampak pada arsitekturnya yang mencontoh Masjid Nabawi di Madinah. Menara masjid didesain menyerupai menara masjid Nabawi, sementara di dalamnya berdiri empat tiang utama bergaya Raudhah, menambah nuansa damai dan kekhusyukan dalam beribadah.

 

 

Sebagaimana firman Allah SWT:

“Hanya yang memakmurkan masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah. Maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.”
(QS. At-Taubah: 18)

Dan semoga kita termasuk orang-orang yang senantiasa memperbanyak shalawat, sebagaimana firman Allah SWT:

“Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Wahai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuknya dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.”
(QS. Al-Ahzab: 56)

InsyaAllah, Masjid Jami’ An Nur akan terus makmur dan menjadi pusat syiar Islam di Asrama Polri dan sekitarnya.
Aamiin yaa Rabbal ‘Aalamin.

  • Jakarta, 24 Oktober 2024
    Thamrin Dahlan

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan