SASANA DUKUH PERMAI
Menembus Angka 97 Peserta Berseragam Putih Biru
Rabu, 30 September 2026, menjadi hari yang cukup istimewa bagi peserta Terapi Ling Tien Kung (LTK) Sasana Dukuh Permai (SDP). Ini merupakan latihan ke-8 yang dilaksanakan di halaman Masjid Baiturrahma, Perumahan Bumi Harapan Permai (BHP), RW 06, Kelurahan Dukuh, Kramatjati, Jakarta Timur.
Ada satu aturan yang cukup menggembirakan di akhir bulan: seragam olahraga bebas!
Mau merah, kuning, hijau, biru, putih, atau kombinasi warna yang membuat mata ikut berolahraga, silakan saja. Suasana pun menjadi semarak seperti lagu Pelangi-Pelangi.
Maklum, kalau setiap minggu hanya putih biru, nanti dikira sedang mengikuti upacara bendera!
Kebebasan berpakaian olahraga ini tentu tetap terukur. Tujuannya sederhana: agar peserta semakin menikmati setiap pertemuan. Sementara itu, seragam resmi LTK putih biru tetap digunakan pada minggu pertama setiap bulan.
Olahraga Jalan Terus, Silaturahmi Makin Erat
Pada akhir bulan ini tercatat 82 peserta hadir. Beberapa anggota sebelumnya sudah menyampaikan izin melalui WAG karena berhalangan hadir.
Ada yang harus kontrol ke rumah sakit, ada urusan keluarga, dan ada pula berbagai kegiatan lainnya.
Kebiasaan memberi kabar ketika tidak dapat hadir ternyata bukan sekadar soal administrasi. Ini menunjukkan bahwa di SDP telah tumbuh rasa saling peduli dan saling menghargai.
Sebab di usia lansia, teman latihan bukan hanya teman menggerakkan badan.
Teman latihan juga teman bertanya:
“Besok datang, kan?”
Dan kalau tidak datang, pertanyaan berikutnya:
“Ke mana? Jangan-jangan libur sendiri!”
Begitulah silaturahmi bekerja. Kadang dimulai dari gerakan olahraga, lalu berkembang menjadi persahabatan.
Sound System Sudah Ada, Kursi Pun Bertambah
Ada perkembangan menarik di Sasana Dukuh Permai.
Setelah sebelumnya tersedia sound system, kini Pembina juga melakukan inventarisasi fasilitas berupa meja dan tempat duduk.
Terima kasih, Pak Pembina!
Memang benar, setelah olahraga tubuh perlu istirahat.
Karena itu, setelah selesai latihan, para peserta duduk berkelompok di beranda Masjid Baiturrahma. Obrolan pun dimulai.
Topiknya bermacam-macam.
Mulai dari kesehatan, keluarga, kegiatan sehari-hari, sampai urusan yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan olahraga.
Apalagi kalau sudah tersedia pisang dan telur rebus.
Wah, olahraga selesai, rapat kabinet lansia pun dimulai!
Ibu-ibu dan Bapak-bapak duduk berkelompok dengan penuh keakraban. Jangan lupa, daftar hadir tetap ditandatangani dan kotak dana sumbangan kebersamaan. Dari kita untuk kita
Menurut laporan Bendahara, Uni Andalisa, dana kebersamaan yang terkumpul mencapai Rp2.500.000.
Terima kasih atas kepedulian, kebersamaan, dan kekompakan seluruh peserta SDP.
Usia 83 Tahun Masih Setia Mengikuti Gerakan
Ada pemandangan yang sangat menarik perhatian.
Seorang ibu berusia 83 tahun, dari RW 04, hampir selalu hadir setiap hari Rabu.
Beliau mengikuti irama gerakan sesuai kemampuan.
Tidak memaksakan diri, tetapi juga tidak mudah menyerah.
Begitu pula para Bapak lansia yang masih bersemangat. Bahkan ada yang mungkin tidak mau disebut sesepuh.
Barangkali prinsipnya:
“Boleh tua menurut KTP, tetapi semangat jangan ikut tua!”
Semangat seperti inilah yang patut menjadi contoh.
Kebugaran tubuh tidak datang dengan sendirinya. Ia perlu diikhtiarkan. Salah satunya melalui olahraga bersama, teratur, sesuai kemampuan, dan dilakukan dengan gembira.
Di Ling Tien Kung, yang penting bukan siapa yang paling kuat.
Yang penting adalah tetap bergerak, tetap tersenyum, tetap bersilaturahmi, dan tetap hadir.
97 Peserta Berseragam Putih Biru
Nah, ini kabar yang paling menggembirakan.
Pada Rabu, 7 Oktober 2026, latihan berikutnya akan kembali menggunakan seragam resmi putih biru.
Dan ada cerita menarik di balik seragam tersebut.
Pada gelombang ketiga pengadaan seragam, jumlah peserta yang telah memiliki seragam putih biru mencapai:
66 + 21 + 10 = 97 peserta!
Wow!
97 peserta berseragam putih biru.
Kalau semuanya hadir bersamaan, halaman latihan bisa berubah menjadi lautan putih biru.
Tinggal satu persoalan:
Apakah yang lebih banyak gerakannya atau obrolannya setelah olahraga?
Itu perlu penelitian lebih lanjut!
Yang jelas, semangat para lansia Sasana Dukuh Permai patut diapresiasi.
Target kita bukan sekadar banyak peserta.
Target kita adalah semakin banyak lansia yang mau bergerak, sehat, ceria, bersahabat, dan menikmati masa lanjut usia dengan penuh kebersamaan.
Sampai bertemu kembali:
Rabu, 7 Oktober 2026.
Jangan lupa…
Seragam Putih Biru!
Karena di SDP:
Lansia boleh bertambah usia,
tetapi semangat harus tetap luar biasa!
Sasana Dukuh Permai — Luar Biasa!
Salam LTK SDP,
Thamrin Dahlan









