Langit tidak selalu cerah, ada awan medung sesekali melanda tidak hanya dengan hujan lebatnya tapi juga hujan pada hari yang cerah sungguh semua di luar dugaan, hanya Maha Kuasa yang Selengkapnya
cerpenku
Kembang Di Ranting Kering
Cinta milik siapa saja, tapi mengapa cinta tidak pernah bisa jadi milikku. Airmata sudah penuh di netraku tapi aku tidak sanggup untuk menumpahkannya, tak akan kubiarkan airmata menjadi aliran sungai Selengkapnya
Kau Sesalku
Jari – jariku mengetuk meja di depanku, sudah satu jam berlalu. Untung saja aku tidak ada jam mengajar hari ini. Surat panggilan yang ku layangkan dua hari yang lalu aku Selengkapnya
Cemburu Dengan Waktu
Mentari sudah mengusir pagi, gelapnya malam berdatangan bintang menampakan dirinya berharap ada rembulan yang akan mendampinginya mala mini. Aku menatap langit, ada kabut menyelimuti sebentar lagi hujan akan turun, kasian Selengkapnya
Bukan Cangkirku Lagi (2)
Flashback. “Pijit punggungku Say.” Suamiku selalu memanggilku sayang kadang membuatku tersenyum sendiri. “Nanti jika punya rezeki lebih, kita beli kasur empuk seperti di hotel bintang lima, biar enak tidurnya dan Selengkapnya
Bukan Cangkirku Lagi (1)
Meneguknya perlahan, berusaha menikmatinya tapi tetap ada rasa yang berbeda. Aku merenung dan mencari apa yang membuatnya rasa begitu tidak sama. Mataku menerawang menatap langit biru melalui jendela kamar berusaha Selengkapnya
Jago Kandang
Priiiit bunyi peluit panjang, berakhir sudah pertandingan hari ini. Aku melihat senyum puas dari pelatih, semua anggota tim bersorak gembira. Akhirnya kami menang juga, aku bernapas lega, akhirnya bisa juga Selengkapnya
Segalanya Karena Cinta-Nya
Memandang langit, masih ada awan hitam yang membayanginya. Aku menghela napas, sampai berapa hari hujan akan turun, semua pakaian dijemuran sudah aku angkat, sudah beberapa kali aku memindahkan jemuran dari Selengkapnya
Di Ujung Senja
Anak tak tahu di untung, pergi kau susah payah aku memberimu makan bukan untuk meminta balasan tapi belum bisa kau mencari uang sudah begini kau buat diriku. Lebih baik aku Selengkapnya
Akhirnya Bahagia Itu Datang (akhir)
“Ain, Abang salah. Maafkan Abang.” Lirihnya “Dengarkan Abang, biarkan abang bercerita.” Napas beratnya terdengar “Ingat enam bulan yang lalu ketika Abang pulang kerumah ada tamu.” Aku mengingat – ingat “Ada Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





