“Ain bau, belum mandi.” ujarku sebelum Bang Andra membuka mulutnya. Terdengar jelas, hembusan napas jengkel dari mulut Bang Andra. “Ain sengaja menjaga jarak dengan Abang?” ucapnya tidak jelas “Abang Selengkapnya
cerpenku
Salam Mimpi (part 2)
Jam menunjukkan pukul setengah sepuluh ketika kami sampai di rumah, aku membawa semua barang ke dapur, tanpa menganti baju lagi aku mulai mengeksekusi untuk makan siang. “Bunda kita jadikan kerumah Selengkapnya
Salam Mimpi (part awal)
Hamparan hijau membentang, merpati saling berkejar. Aku menikmati pemandangan indah di depanku dengan senyum tersunging manis di bibir. Semua menyejukkan netraku, binar bahagia tidak hanya di mata tapi seluruh jiwa Selengkapnya
Lamunanku (5)
Pak Daud datang untuk merisik.” Dor jantungku seperti terkena tembakan yang membuat sekujur tubuhku merasa sakit, dan yang paling sakit adalah hatiku. Pak Daud yang seumuran Pak Cik berniat melamarku Selengkapnya
Lamunanku (2)
Aku kembali mengenang nasib diri menumpang, sampai kapan akan menumpang, jika benar selentingan di kantor akankah aku salah satu dari yang akan diberhentikan. Hembusan napas terasa berat, tapi apa yang Selengkapnya
Lamunanku (1)
Langit yang sejak dari pagi sudah muram, tentunya dibarengi udara yang dingin membuat mataku merasa mengantuk. Pekerjaan di depanku menumpuk tapi tak ada niatku untuk memulai pekerjaan. Akhir pekan seharusnya Selengkapnya
Jalan Cintaku (1)
Senyum manisnya membuatku jatuh cinta, sesekali dia berlari kearahku. Lucu mau menganggu tapi tidak mau diganggu, netraku terus mengawasinya. Teriakan kecil lucu mengusik kalbuku membuatku semakin cinta kepadanya. Sudah beberapa Selengkapnya
Cintaku (1)
Pagi ini terasa lebih dingin dari biasanya, aku memandang kesebelah kosong, sudah beberapa malam ini tempat itu tidak berpenghuni. Kemana gerangan perginya sosok lelaki yang bergelar suamiku, alasan pekerjaan yang Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- 4
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








