Mie Tek Tek Tak Menyerah Tergilas Zaman

Mie tek tek dalam proses memasak, sedapnya mie ini(dokpri)

 

Salah satu kebahagiaan remaja generasi 90an adalah melihat undangan baik hajatan khitanan atau pernikahan dengan mencantumkan jenis hiburan yang akan diselenggarakan si empunya hajat. Hati girang ketika di sebutkan hiburannya adalah pemutaran film, bersiap pakai jaket dan topi kupluk agar tidak kedinginan. Saat itu layar tancep merupakan hiburan populer ketika hajatan.

 

Serunya lagi kalau bersua dengan pedagang mie tek tek, dagangnya pakai pikulan, penerangannya adalah lampu tempel yang dibungkus kertas. Sambil makan mie tek tek di pojokan, seru juga nonton judi kopro. Taruhan dadu berhadiah duit kontan, nah lho!

Mie tek tek juga pernah diceritakan dalam sebuah komik tipis yang banyak penggemarnya saat itu. Yang doyan melahap bacaan komik karya Tatang S dengan tokoh Petruk dan Gareng, episode Mi Tek Tek dikejar Kuntilanak menjadi bagian seru yang tak terlupakan. Jadi ngakak kalau ingat masa masa indah generasi yang jauh dari namanya gadget.

Bukan cerita kuntilanak dan layar tancapnya ya hihihi, namun penulis mau cerita tentang penganan bernama Mie Tek Tek. Sebenarnya makanan ini sama saja dengan mie mie biasa yang kita konsumsi, dagangan yang kerap dijual saat malam hari dan dipikul ini populer karena si tukang jualan memukul tepian wajan sehingga menimbulkan suara “ Tek…tek…tek…tek,” jadi deh di sebut Mie Tek Tek.

Varian Mie Tek Tek ada yang direbus dan di goreng, mie direbus dulu dan dicampur dengan rupa rupa sayuran seperti tomat, kol, seledri serta dilengkapi dengan telor. Setelah itu bahan bahan tersebut diberi bumbu yang telah diracik oleh penjualnya, mirip mirip bumbu nasi goreng deh.
Si mie yang sudah matang dan sayuran serta telor diaduk aduk hingga akhirnya diangkat dari wajan, untuk mie goreng di buang airnya, untuk mie rebus airnya disertakan. Rasa mie legend itu tetap sedap dan lidah pun terpuaskan.

 

Mengkonsumsi Mie Tek Tek enaknya selagi hangat lho. Saat  ini pun di era milenial bisa deh beli Mie Tek Tek di Abang abang yang jualannya dipikul, seporsi Mie Tek Tek di banderol dengan harga sepuluh ribu, yang unik dari Mie Tek Tek ini dimasak tanpa menggunakan gas yang bertabung “melon”, namun petromax yang dimodif menjadi kompor, jika apinya mengecil maka si kompor pun dipompa agar nyala apinya stabil, bahan bakarnya minyak tanah yang saat ini satu liternya seharga lima belas ribu rupiah.

Pedagang mie tek tek yang tetap eksis di era milenial(dokpri)

Wokeh saatnya menyantap lezatnya Mie Tek Tek, kuliner yang saat ini udah jarang terlihat lagi seiring meredupnya pesona layar tancap. Namun ada juga satu dua pedagang Mie Tek Tek yang masih eksis berdagang.
Mengenang kembali dan merasakan nikmatnya Mie Tek Tek dan inilah mie yang bikin penulis kangen masa masa bergerombol dan berburu hajatan yang hiburannya adalah layar tancap, dan pedagang Mie Tek Tek pun hadir menyambut kemeriahan hajatan. Makan Mie Tek Tek seru pisan euy.

 

Tampaknya mie tek tek tak ingin cepat cepat tenggelam dan di tinggalkan begitu saja, meski berjualan di malam hari di zaman sekarang, mie tek tek ada dan tak ingin tergerus zaman. Keberadaan pedagang mie tek tek kalau jajakan dagangan di seputaran jalan K H Fudholi Cikarang.Biasanya pedagangnya berasal dari Indramayu, mereka berkeliling sambil memikul jualannya, sambil tak lupa memukulkan kuali, seakan pertanda mereka tetap eksis.

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan