Setengah tahun setelah itu aku hamil lagi, tapi lagi – lagi aku tidak bisa mempertahankan kehamilanku ketika aku menjadi prioritas kedua buat dirinya. Usia kehamilanku menginjak usia enam bulan, libur Selengkapnya
Cerpen
Kajut, aku memanggilnya Kajut
Beliau adalah seorang perempuan yang amat anggun dan elok. Nama beliau Himsiyah. Istri dari Unggang (kakek) ku. Yang bernama H. Umar Hanan. Mereka berdua adalah pasangan hidup yang luar Selengkapnya
Episode Kebersamaan yang Harus Terabaikan
Pukul 21 lewat 3 menit, sekitar pertengahan Desember 2020 muncullah chat dari mas Rizal ke WAG Telur Ceplok. “Salaaaaaam. Khusus Trio Emak, ikutan kelas bareng Daeng Khrisna, ya? Syaratnya gampang Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Cerpen “Jika Saja (1)”
Akhirnya hari ini datang juga, remasan dijantungku sudah tidak terasa sakit lagi. Tidak mudah, tapi aku berusaha untuk menjalaninya. Sudah berlalu lama, tapi kehadiranku sama sekali tidak pernah ada, setetes Selengkapnya
Episode tentang Perayaan Agama
Seorang sahabatku menanyakan sesuatu yang harusnya kuketahui jawabannya. Masalahnya ini berkaitan dengan masalah yang sangat sensitif. Apalagi kalau bukan mengenai masalah agama. Setiap bulan Desember, masalah ini sering diulik oleh Selengkapnya
KMAB-H18-Cerpen 9-Belajar Ikhlas
Namaku Yuli, seorang guru honorer yang mengabdi pada madrasah tsanawiyah negeri di wilayah Yogyakarta. Aku memulai karir menjadi seorang guru bahkan sebelum aku lulus kuliah, pertengahan tahun 2005 tepatnya. Keberanian Selengkapnya
KMAB-H17-Cerpen 8-Muara Kasihmu, Ibu
Kasih ibu kepada beta, Tak terhingga sepanjang masa Hanya memberi tak harap kembali, Bagai sang surya menyinari dunia Sebuah lirik lagu yang telah akrab di telinga kita. Sebuah lagu yang Selengkapnya
KMAB-H16-Cerpen 7-Ada Bungah dalam Musibah
Untukmu: Fazila Husna Nur Shahada Nak, masih 4 tahun usiamu kala itu, Ketika Allah memberi nikmat berupa musibah. Engkau bersama ayah dan ibu, terjatuh dari motor karena ban depan meletus Selengkapnya
KMAB-H15-Cerpen 6-Mentari Masih Bersinar
Gemericik air hujan yang jatuh di atas payungku seolah mengepungku dari keramaian jalanan. Tak perduli akan sepatu usangku yang basah kuyup, tetap kupacu langkahku. Ya, setiap hari jalan ini selalu Selengkapnya
Merekam Hari (End)
Tepukkan di bahu, membangunkanku. Rasa sakit yang menyerang kepala akibat menangis sampai tertidur tidak dapat terelakkan lagi. Aku mengumpulkan nyawaku, memandang Bang Putra yang berdiri tegak dihadapanku. Tatapan yang baru Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 22
- 23
- 24
- 25
- 26
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.









