Raihan Saputra namanya, tinggi 180 cm dengan kulit sawo matang khas orang Indonesia dengan mata tajam serta senyum yang menawan. Sudah lebih setahun kami kenalan tepatnya sejak kaki ini menginjak Selengkapnya
Cerpen
Doa untuk Adik Tersayangku
Aku bersimpuh di batu nisan ini. Sebuah nama tertulis di sana. Wulandri. Sebuah nama yang akan ku kenang sampai akhir hayatku. Wulandri. Dia adik ragilku. Dia berbeda dengan kami, kakak-kakaknya. Selengkapnya
Ending Novel Novelis (37)
Napak Tilas Suasana rumah di kampung Rindu masih seperti dulu, meski aku sudah lama tak ke sana. Aku tak lagi mengurusi masalah perusahaan. Ada mas Pras yang memimpin perusahaan. Selengkapnya
Ending Novel Novelis (36)
Wejangan Ayah “Nak, ayah telepon kok nggak diangkat…” pesan ayah masuk. Ya…tadi ayah menelponku berulangkali. Namun aku tak mengangkat telpon dari orang terkasihku. Aku merasa belum siap untuk menjawab Selengkapnya
Menaklukkan Rasa Takutku
Di ruang kelas 6 Tunanetra. “Besok kita akan praktik berjalan dari sekolah menuju ke arah jalan raya ya, anak-anak..”. Kalimat itu jelas ku dengar. Tentu saja mbak Hani juga mendengar. Selengkapnya
PENTIGRAF SIRINE
SIRINE Oleh : Hariyanto Sejak zaman dulu bunyi sirine identik dengan mobil ambulance yang sedang membawa orang sakit keras. Suaranya mendayu-dayu “Uwing-Uwing-Uwing” sangat keras . Jika di jalan raya mobil Selengkapnya
Jantungku (1)
Degup jantungku berpacu dengan melodi music yang sengaja ku setel besar, tidak pernah aku mendengarkan music sekeras ini. Tapi saat ini aku membutuhkanya, menyamarkan dkegup jantungku, yang entah mengapa berpacu Selengkapnya
Hadiah Kecil untuk Bapak dan Ibu Guru
“Bu, ini buat bu guru..”, kata Yogi, salah satu murid di sekolahku, sambil menyerahkan dua buah permen kepadaku. “Terimakasih, Yogi..”, kataku takjub. Yogi memang belum hafal namaku. Karena aku Selengkapnya
Ending Novel Novelis (35)
Pulangkan Aku “Pulangkan aku, mas” ucapku lirih. Mas Pras segera melepaskan pelukannya. “Pulang ke mana, Ajeng?” Tak ada jawaban dari mulutku. “Kamu hanya bercanda kan, Ajeng?” Aku gelengkan kepala. Selengkapnya
Ending Novel Novelis (34)
Hancur Aku termangu di atas ranjang. Tak percaya dengan apa yang baru saja kudengar. Air mataku berlinang. Mas Pras membuka pintu kamar, terlihat panik dan langsung bersimpuh di depanku. Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 45
- 46
- 47
- 48
- 49
- …
- 93
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








