Kekuatan Tersembunyi Karya : Sim Chung Wei Raga kecil bukan berarti lemah dalam relung hati yang tersembunyi terdapat semangat menuntun langkah kekuatan hebat dalam hati sunyi Dipandang sebelah mata dicap Selengkapnya
Fiksiana
Mawar Tak Selalu Bahagia
Mawar Tak Selalu Bahagia Karya : Sim Chung Wei Padang rumput hijau membentang rumput liar menari tertiup angin senja meski berumur pendek, dia tetap senang menjalani hidup bersahaja Tetapi semuanya Selengkapnya
Berbagi Takjil
Jalan desa kelok berliku Ramai pejalan kaki Beban berat di kepala dan tangan Sesekali satu tangan menyeka keringat Sedikit lega namun tetap mengucur Sayup terdengar suara riuh rendah Selengkapnya
Zakat
Jangan bangga atas apa yang kau miliki Hanya harta titipan untuk kau simpan Satu sen kau keluarkan, satu sen pula harus dipertanggungjawabkan Mana bisa dikatakan itu milik kau Sedangkan Selengkapnya
Berbuka Puasa
Bulan penuh rahmat Bulan penuh ampunan Lapar dahaga hanya sementara Ada yang sibuk susun hidangan penggugah selera Sesekali tengok sesama Mungkin sejak kemarin menahan dahaga Sibuk berbagi sisihkan Selengkapnya
Puisi : Sepekan Menjelang Akhir Ramadan
Puisi Sepekan Menjelang Akhir Ramadan Kreasi Thamrin Dahlan sepekan lagi teman pesantren ramadan berakhir 21 hari berlalu sudah sungguh sangat banyak Selengkapnya
Pemilu
Pemilu… Tak sekadar memilih Namun, membuat pilu Masa lalu terdengar gaung lagu Kendati pun sebatas kepatuhan Sekejap dan berlalu Lepas tanpa bekas Kemudian terhempas Menyisakan seonggok luka dalam Selengkapnya
Cinta
Cinta bak kupu-kupu Terbang tinggi Hinggap di mana saja yang dia ingini Tak harus dimiliki Cinta itu satu Hanya pada-Mu Ya Tuhanku Maaf rinduku yang kurang besar untuk-Mu Selengkapnya
Bilur Resah
Ia tak berlaga sebab ini bukan apa-apa Juga dalam ingatannya diri bukan siapa-siapa Dalam hening menghadirkan segala rasa Damai…, indah dalam hadirNya Diri sering lupa Arus waktu telah menggerusnya Selengkapnya
Orang Yang Memberi Petunjuk Kepada Kebaikan Sama Pahalanya Seperti Orang Yang Melakukan
hujan mengguyur Jakarta sejak sore tadi. bumi basah, tanah menerima air dengan rela tanpa unjuk rasa. manusia terkurung dirumah di halte di bawah jembatan di restoran menunggu sang hujan reda Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 383
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








