BOS, Mengapa Telat? Oleh: Ambu Guru Dengarlah Jeritan kami Wahai penguasa Tiga bulan gaji Nasib honorer memprihatinkan Tidakkah Anda pikirkan? Sakit hatiku memirkan nasibnya Tenaga pendidik juga Selengkapnya
Puisi
Kasmaran
Duhai sinar rembulan .. Yang muncul di balik pebukitan itu .. Menerangi indahnya malam .. Dan menyilaukan gemercik air .. Yang turun ke parit .. Hujan urung jatuh ke Selengkapnya
Senja Segala Warna
Senja Segala Warna Tung Widut Senja tiba membawa warna Langit cerah berkuas indah Tempat terbit matahari Abu-abu gurat menjadi keunguan Awan putih samar berubah biru Jingga hinggap di atas gumpalan Selengkapnya
DARIK: MAKHLUK LEMAH NAN KUAT
Makhluk Lemah Nan Kuat Oleh: Ambu Guru Perempuan Makluk cantik Nan unik Lemah gemulai raganya Pancarkan aura pesona Di balik kelembutan memukau Tersimpan jiwa kuat menakjubkan Selengkapnya
‘Ngatir’ Tradisi Berbagi Berkah
7 lelaki mendapatkan sebakul besar hancengan Ngatir’ Simbol Berbagi Berkah Oleh: Ambu Guru Pada tengah bulan Syaban Ketika tradisi itu dilaksanakan Para lelaki semangat berdatangan Membawa sebakul besar Selengkapnya
Sang Mentari
Mentari telah muncul dari ufuk timur .. Menyapa pagi yang cerah .. Mengeringkan daun daun basah yang terkena embun .. Burung burung pun mulai berkicau .. Bersahut sahutan dari Selengkapnya
Janji Palsu
Jika berjanji .. Yang baik haruslah ditepati .. Janji adalah hutang .. Begitu kata orang bijak .. Janji yang diingkari .. Itulah janji palsu .. Mengumbar janji yang muluk muluk Selengkapnya
Menunggu
Menunggu Tung Widut Duduk diruang Menunggumu dalam detak waktu Dingin terasa Jenuh Jemu Tak sabar Panggilan nomer urut Semaki berharap Terus berlalu angka demi angka Sederet angka dibaca Melegakan Beranjak Selengkapnya
Kenangan Di Kereta Malam
Tatkala senja mulai temaram .. Dan malam pun menjelang .. Kereta perlahan .. Mulai meninggalkan Stasiun Pasar Turi Surabaya .. Membawa diriku kembali ke Jakarta .. Di sepanjang jalan, Selengkapnya
KMAC 25 Tentang Puisi P.2.0 (6)
KMAC 25 KMAC 39 Bu Kanjeng MENGENANGMU #bu kanjeng senyum getir terasa kau pulang penuh tanda covid-19 takdirmu tanpa sekat kupeluk dalam doa selamat datang di kampung keabadian Surakarta Hadiningrat, Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 27
- 28
- 29
- 30
- 31
- …
- 241
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.








