Senja di Atas Awan Tung Widut Senja terburu memnaggilku Mengajak terbang kala sinar mulai redup Desir was-was tertinggal cahaya indah Segera berlari di lorong-lorong bandara Sepi suduh terasa Seakan lintasan Selengkapnya
Puisi
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Fajar”
Hadirmu menggantikan malam Membawa warna baru bagi kehidupan Mengiring asa menuju masa depan Aku dan Fajar Beribu asa tersemat di dada Kala menyonsong fajar tiba Membawa tekat kuat meraih Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Rembulan”
Sinarmu membelai malamku Cahayamu mengurai rinduku Hadirmu menghiasi indahku Aku dan Rembulan Terangmu menatap mata Dendangmu menggema lena Dekapmu menghangatkan rasa Hilang lelah di malammu tenang Aku dan Rembulan Selengkapnya
Senja di Jakarta
Senja di Jakarta Tung Widut Ini bukti terkabul dari sebuah doa Dari torehan karya tertulis dari layar bercahaya Bukan suatu kebetulan adanya Berkumpul dalam satu ruang dengan orang-orang hebat Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Bintang”
Kemerlapmu mampu menghiasi gelapnya malam Hadirmu mungkin tidak seindah rembulan tapi aku pemanisnya Aku ingin seperti dirimu punya arti buat dirinya Aku dan Bintang Tidak menyilaukan mata tapi kau Selengkapnya
Air Mata Senja Tung Widut Senja temaram menuju malam Burung-burung terburu pulang ke sarang Dengan cepat mengepakkan sayap Berlomba dengan gelap yang semakin pekat Dari gawai tertulis tentang sebuah nama Selengkapnya
Senja di Sisi Rel Kereta
Senja di Sisi Rel Kereta Tung Widut Menunggu saat senja Tanpa sinar langsung yang menyapa Dia di belakang sana Terhalang oleh tingginya gedung Diam terkalahkan riuh jalanan kota Duduk sendirian Selengkapnya
Angin Senja
Bertiup lembut angin senja membawa berjuta kenangan kita helai demi helai memori terbuka begitu nyata di depan mata senyummu yang manis tatapanmu yang lembut tawamu yang renyah ciumanmu yang hangat Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Malam”
Hening memeluk sepi Aku rindu dalam kegelapan malam Tak ada teman untuk berbagi cerita Aku dan Malam Bias cahaya terlalu redup Semua seakan berselindung dalam kegelapan Tak ada cahaya Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Hujan 2”
Terang….tiba- tiba mendung datang membaw hujan Rintik air memandikan bumi Aku menatap nanar alam dalam kedingingan Aku dan hujan Dingin tak bertepi Aku mendekap alam mencari kehangatan Tapi tak Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 59
- 60
- 61
- 62
- 63
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















