Tepuk Tepung Tawar Untuk Bang Norden Oleh : Raja Zainol Afandi Bang Den Tak tersa sua kita menyapa kembali Dalam hening rindu yang berbudi Tak kuasa menahan jeritan hati Selengkapnya
Puisi
Senja Tetaplah Bersinar
Tetaplah Bersinar Tung Widut Sinar senja kemerahan Indah dipandang walau hanya seperempat waktuku Jangan pernah padam hanya karena keadaan Tetapaah melaksanakan kodrat yang dititahkan Sinar senja jingga merona Tak akan Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Cinta”
Semua mendambakan cinta Semua ingin memiliki cinta Semua ingin ada yang mencintai Aku dan cinta Terluka karena cinta Menangis karena cinta Bahagia karena cinta Aku dan cinta Menanpak Selengkapnya
Jejak-jejak Senja
Lihatlah jejak-jejak itu masih sama seperti senja yang telah kita lalai dulu Kita selalu menanti senja tiba di pantai ini seraya memandangi camar yang menari-nari Katamu, anak-anak kita Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi ” Aku dan Dia”
Kami saling mengenal Kami tidak bermain dengan hati Tak kata sayang yang menyatukan kami Aku dan Dia Aku selalu menatapnya dari kejauhan Aku memujanya dengan caraku Aku menyanjungnya Selengkapnya
Menguki Cerita Senja
Mengukir Cerita Senja Tung Widut Sebuah senja yang berdiri di sebuah tangga kedua Hasil dari memutar otak Diukir pada sepuluh halaman JDD sasaran utmanya Pada pertemuan atas perjuangan Mereka orang-orang Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Rindu.”
Ada rasa yang mengebu di dada Rasa yang membuat sebak di dada Rasa yang menumpuk dan memberatkan dada Aku dan Rindu Netraku mencari dimana dirinya berada Netraku Selengkapnya
Penantian di Ujung Senja
Penantian dari Ujung Senja Tung Widut Kegalauan antara sebuah janji Menunggu tak ada henti Layar gawai dibuka sampai kesekian kali Jujur rayu mu membuat kegalauan Sapa mu menjadi sebua Selengkapnya
Kabar Saat Senja
Kabar Saat Senja Tung Widut Dari hari kemarin belumlah usai Pening kepala tersa masih Bekas gumpalan yang dipaksa keluar Berupa ide yang tertuang dalam sepuluh lembar tulisan Saat senja tiba Selengkapnya
Celoteh Nyakbaye, Puisi “Aku dan Hujan”
Langit tiba – tiba gelap, rintik hujan turun Aku mencari hangat dalam turunnya hujan Tak ada panas hanya rasa dingin yang menekan Aku dan hujan Langit memuntahkan air ke Selengkapnya
- Sebelumnya
- 1
- …
- 60
- 61
- 62
- 63
- 64
- …
- 240
- Berikutnya
Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
















