Permadani Jiwa

  KMAB 18   Permadani Jiwa   Bertahun lamanya ku melangkahkan kaki Tuk mencari tujuan hidup nan hakiki Jalani arung bahtera kehidupan Kian pasti di masa depan   Sesaat nampaklah

Ketika Senja Tiba

Ketika senja tiba wajah-wajah berubah jadi sumringah tatapan mata menjadi berbinar-binar gumam-gumam syukur menggema tangan-tangan terangkat menengadah teriring doa-doa penuh harapan   Ketika senja tiba indah penuh warna senyum di

Pijar  Cinta

Ada  kalanya  roh  tak  bersemangat, Disengat  penat dari  keseharian  hidup. Badan  lesu  tak bergiat, Letih  digilas situasi, kesibukan  tanpa  henti… Ingin  meraih  prestasi pun mengejar   ambisi. Akhirnya  yang  nampak, wajah 

Pejuang Rupiah

  KMAB 17   Pejuang Rupiah Suasana di pagi hari terasa mendung Mengiringi bocah kecil nan bersenandung Jajakan dagangan demi sepeser rupiah Nan didapat dengan penuh berkah Selangkah demi selangkah

Menunggu Senja Tung Widut Pagi masih terlihat hangat Udara segar terasa Entah mengapa senja sudah terbayang Ingin menikmatinya dalam keutuhan Raga lelah seminggu bekerja Memandang langit hanya sepintas Cakrawala jingga

Menanti Senja

Menanti senja itu seperti menunggu mekar bunga yang hadirkan pesona indah warna-warni   Padanya berjuta kesejukan yang menenteramkan nurani Padanya berjuta keceriaan yang menggembirakan hati Padanya berjuta kehangatan yang membangkitkan

Tidak Ada Lagi Postingan yang Tersedia.

Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.